Andi Arif Sambut Baik, Pemkot Balikpapan Akan Bangun Sekolah SMP di Balikpapan Tengah

img

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Andi Arief Agung

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk membangun sekolah negeri baru di Kecamatan Balikpapan Tengah mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan.

Pembangunan ini dianggap sebagai solusi atas minimnya jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut.Kebutuhan akan SMP baru di Balikpapan Tengah sangat mendesak, mengingat jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di daerah ini tidak sebanding dengan jumlah SMP yang ada. Hal ini menyebabkan persaingan ketat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahunnya.

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Andi Arief Agung, mengapresiasi langkah Pemkot yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan PPDB. "Ini adalah harapan kita semua. Balikpapan Tengah merupakan kawasan padat penduduk.

Karena sistem zonasi sekolah, banyak anak-anak lulusan SD yang kesulitan masuk SMP karena persaingan yang sangat ketat," ujarnya pada Senin (27/05/2024).

Andi Arief Agung menjelaskan bahwa meskipun rencana pembangunan SMP ini akan bersinggungan dengan wilayah Kecamatan Balikpapan Kota, DPRD tetap menyambutnya dengan antusias.

"Kami sangat mendukung rencana pembangunan SMP di Balikpapan Tengah ini. Meski beririsan dengan Balikpapan Kota, idealnya di setiap kecamatan tersebut harus ada minimal dua sekolah," tambahnya.

Ia juga berharap bahwa pembangunan SMP ini dapat mengurangi beban dan meningkatkan daya tampung serta ruang belajar di Balikpapan Tengah.

“Dengan adanya SMP baru, beban di Balikpapan Tengah akan berkurang. Tahun depan, kita berharap Balikpapan Kota juga akan mendapatkan sekolah baru karena wilayahnya sangat beririsan,” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Untuk menangani permasalahan PPDB akibat kurangnya jumlah SMP, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar lebih untuk membangun sekolah baru di Balikpapan Kota pada tahun 2024.

Rencana ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan pendidikan di Balikpapan,"pungkasnya.(adv/rud)