Ngopi Bareng Pak Wamen Ketenagakerjaan, Sinergi untuk Hubungan Industrial yang Harmonis

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau mengadakan acara Ngobrol Pintar (Ngopi) Ketenagakerjaan, dengan mengusung tema "Sinergi Hubungan di Kabupaten Berau dalam Menyikapi Isu-Isu Ketenagakerjaan serta Strategi dalam Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial"

 

Acara ini bertempat di Ballroom SM Tower, Tanjung Redeb, pada Selasa (28/5/2024). dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor dan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

 

Tujuan dari Ngopi Ketenagakerjaan adalah untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada perusahaan di sektor pertambangan dan perkebunan, penyedia lapangan pekerjaan, serta serikat buruh, agar seluruh pekerja dapat memahami hubungan industrial Pancasila dan hukum ketenagakerjaan.

 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara semua pihak untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis.

 

Ia menjelaskan bahwa Berau, sebagai salah satu wilayah mitra dari Ibu Kota Nusantara (IKN), memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan. Pada tahun 2023, sektor pertambangan minerba menyumbang lebih dari Rp2,3 triliun atau 52 persen dari pendapatan daerah.

 

"Kami terus berupaya menghadirkan kebijakan yang solutif di tengah permasalahan yang dihadapi pekerja dan masyarakat. Pada tahun 2023, tercatat 61 kasus perselisihan hubungan industrial di Berau, dan pada tahun 2024 hingga bulan April ada 45 kasus," ungkap Sri Juniarsih Mas.

 

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mencegah dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, dengan mengutamakan penyelesaian secara bipartit terlebih dahulu.

 

Sementara Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor menyampaikan pesan penting dalam kunjungannya ke Kabupaten Berau yang dikenal dengan industri perkebunan dan pertambangannya yang signifikan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Noor menegaskan pentingnya komitmen seluruh perusahaan di Berau untuk melaksanakan pedoman hubungan industrial yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Afriansyah Noor menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi panduan utama bagi pengusaha, pekerja atau buruh, serta pemerintah dalam pelaksanaan hubungan industrial.

 

"Dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila, kita dapat menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan produktif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan bersama," ujar Noor.

 

Dalam konteks industri yang berkembang pesat di Berau, baik itu sektor perkebunan maupun pertambangan, pelaksanaan hubungan industrial yang baik sangatlah krusial. Noor mengajak seluruh pemangku kepentingan di wilayah ini untuk mematuhi pedoman tersebut dan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan tindakan.

 

Selain itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan juga menyampaikan bahwa pemerintah siap mendukung perusahaan dan pekerja dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil dan seimbang.

 

"Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak-haknya secara adil dan bahwa setiap perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dengan stabil dan berkelanjutan," tambahnya.

Kunjungan Afriansyah Noor ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hubungan industrial di Kabupaten Berau, sehingga dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif dan produktif. Pihak pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di Berau diharapkan dapat bersinergi dalam mengimplementasikan pedoman hubungan industrial berdasarkan Pancasila demi kesejahteraan bersama. (Sep/Nad/Advetorial)