Rupiah Tertekan ke Rp17.596 per Dollar
JAKARTA: Nilai tukar rupiah bertengger di Rp17.596 per dolar AS pada Jumat (15/5) sore. Mata uang rupiah melemah 68 poin atau minus 0,39 persen dari perdagangan sebelumnya.
Senada, mata uang di kawasan Asia terpantau
dominan melemah. Tercatat, peso Filipina melemah 0,13 persen, dolar Singapura
minus 0,27 persen, yuan China turun 0,23 persen, yen Jepang melemah 0,09 persen.
Kemudian rupee India minus 0,17 persen, won Korea
Selatan melemah 0,47 persen, baht Thailand turun 0,63 persen, dan ringgit
Malaysia melemah 0,51 persen. Hanya dolar Hong Kong yang menguat 0,04 persen.
Setali tiga uang, mata uang di negara maju
terpantau kompak anjlok. Poundsterling Inggris melemah 0,42 persen, dolar
Australia minus 0,86 persen, dan euro Eropa turun 0,29 persen. Kemudian dolar
Kanada turun 0,20 persen dan franc Swiss minus 0,23 persen.
Analis pasar uang Lukman Leong menilai penguatan
indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS terjadi seiring lonjakan
harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari ini.
Pasar disebut masih diliputi kekhawatiran bahwa
pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump belum cukup
untuk meredakan konflik Iran-AS. Kondisi tersebut turut menekan mata uang
kawasan Asia, termasuk rupiah.
"Rupiah bersama mata uang Asia lainnya
menjadi yang paling tertekan di tengah penguatan dolar AS akibat kekhawatiran
pasar terhadap konflik Iran-AS," kata Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Sumber:CNNIndonesia