IEE Series Balikpapan 2026 Sukses Digelar, Hanung: Bukti Kebutuhan Kolaborasi Industri Semakin Tinggi
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 resmi ditutup, setelah berlangsung selama tiga hari di BSCC Dome Balikpapan. Ajang perdana yang menghadirkan sektor pertambangan, konstruksi, dan minyak serta gas ini dinilai sukses menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dan akan kembali digelar pada 9-11 Juni 2027.
Deputy Event Director
Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan tingginya antusiasme peserta
menunjukkan besarnya kebutuhan akan platform yang mempertemukan pelaku usaha,
pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri.
"IEE Series
Balikpapan 2026 membuktikan bahwa kebutuhan akan platform yang mempertemukan
pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya semakin meningkat.
Kami optimistis
pameran ini akan memperkuat posisi Indonesia, khususnya Kalimantan Timur dan
Indonesia Timur, dalam peta industri nasional maupun global," ujar Hanung.
Menurutnya,
antusiasme peserta terlihat dari banyaknya peluang kerja sama dan inovasi yang
lahir selama pameran berlangsung.
"Terbukanya
berbagai peluang kerja sama dan inovasi untuk sektor pertambangan, konstruksi,
dan migas di wilayah ini menunjukkan bahwa kolaborasi dalam satu ekosistem
seperti IEE Series sangat dibutuhkan," katanya.
Berdasarkan data
penyelenggara, IEE Series Balikpapan 2026 berhasil menarik sebanyak 4.761
pelaku industri. Lebih dari 100 peserta pameran dari 10 negara turut
berpartisipasi dengan menampilkan lebih dari 200 merek produk.
Selain pameran,
kegiatan ini juga menghadirkan berbagai seminar dan forum diskusi yang membahas
transformasi industri, penguatan rantai pasok, pemanfaatan teknologi digital
dan kecerdasan buatan, hingga strategi keberlanjutan sektor energi dan
konstruksi.
Dalam seminar yang
digelar bersama ASPERMIGAS, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM
Kalimantan Timur, Puji Harianto, menegaskan pentingnya peran Kaltim dalam
sektor energi nasional.
"Kalimantan
Timur memiliki posisi strategis dalam peta energi nasional dengan 41 wilayah
kerja migas yang beroperasi. Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga
stabilitas produksi melalui iklim investasi yang kondusif, penguatan rantai
pasok lokal, serta peningkatan TKDN," jelasnya.
Ia menambahkan
langkah tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan potensi penemuan cadangan gas
baru sekaligus mempertahankan posisi Kalimantan Timur sebagai pusat produksi
migas nasional.
Sementara itu, tema
transformasi teknologi juga menjadi sorotan utama. Dalam forum yang
difasilitasi PERHAPI, pemanfaatan teknologi drone dan Artificial Intelligence
dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keselamatan kerja di
sektor pertambangan.
Hanung berharap
kesuksesan penyelenggaraan perdana ini menjadi fondasi bagi pengembangan IEE
Series di masa mendatang.
"Kami berharap IEE Series Balikpapan dapat terus berkembang sebagai platform yang memperkuat kolaborasi, mempercepat penerapan inovasi, dan membuka lebih banyak peluang kerja sama bagi kawasan Indonesia Timur. Antusiasme yang kami lihat selama tiga hari ini menunjukkan bahwa potensi tersebut sangat nyata dan terus berkembang," pungkasnya.
Sebagai kelanjutan
rangkaian kegiatan, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 akan
digelar di Surabaya pada 15-17 Juli 2026, sebelum berlanjut ke Jakarta melalui
Energy Week dan Energy & Engineering Week pada September 2026. (mid)