Tenggarong Seberang jadi Kawasan Pengembangan Padi, Sugiarto:Kami Sangat Menyambut Baik

img

Camat Tenggarong Seberang Sugiarto

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.KUKAR- Camat Tenggarong Seberang, Sugiarto menyambut baik penetapan Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai salah satu dari 10 Kecamatan di Kukar, sebagai prioritas kawasan pengembangan padi oleh Pemkab Kukar melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.

"Kami sangat menyambut baik, karena memang dari dulu meskipun Kecamatan Tenggarong Seberang adalah wilayah penghasil batubara, tetapi juga merupakan  lumbung padi di Kutai Kartanegara, bahkan di Kaltim", ungkap Sugiarto, Kamis (26/8/2021) kemarin.

Saat ini lanjutnya, selain kita fokus di pertaniannya, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi akan pentingnya pemuda milenial dalam sektor pertanian. Karena sekarang pelaku pertanian masih kebanyakan berusia tua sekitar 60 tahun keatas.

"Dengan kondisi usia 60 tahunan untuk mengerjakan pertanian otomatis daya kemampuannya tidak sebesar pemuda. Oleh karena itu kita coba lagi upayakan pemuda-pemuda untuk terlibat dalam sektor pertanian, apalagi saat ini teknologi pertanian sangat maju dan praktis, sehingga dapat mempermudah para petani muda ini untuk berkarya, " terangnya.

Ia menambahkan, untuk pengembangan padi  ini kami akan mengikuti arahan dari Distanak Kukar, mulai dari membahas berbagai teknis dalam penanganan awal mulai SDM, lahan, hingga anggarannya.

Sebagai informasi, Pemkab Kukar melalui Distanak Kukar telah menetapkan 10 kecamatan sebagai prioritas kawasan pengembangan padi. Salah satunya, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Sya’rani menjelaskan, untuk Kecamatan Tenggarong Seberang akan terbagi dua kawasan yaitu kawasan Tenggarong Seberang I dan II. Keduanya ditangani oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) berbeda yakni BPP Teluk Dalam dan BPP Separi.

Untuk BPP Teluk Dalam menangani beberapa wilayah seperti Desa Teluk Dalam, Loa Pari, Loa Lepu Manunggal Jaya, dan Kerta Buana. Sedangkan BPP Separi menangani kawasan pertanian di Desa Separi, Buana Jaya, Bukit Pariaman, Suka Maju dan Mulawarman. Untuk masing-masing lahan sawah sekitar 2.000 hektar.

“Tanaman padi yang ditanam dikawasan tersebut merupakan gabungan dua komoditi padi yaitu padi sawah dan gunung. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras di Kukar, jika ini terus dikembangkan maka bisa memenuhi kebutuhan pokok di Kaltim dan daerah lainnya, " pungkas Sya’rani.(adv)