Capain Indeks Pemberdayaan Gender Kaltim Naik
(kegiatan Advokasi Pendampingan dan Kebijakan Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, Budaya dan Ekonomi Kewenangan Provinsi, berlangsung di Balai Penyuluhan KB Penajam)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.PANAJAM-Kepala
Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A)
Provinsi Kaltim, Hj. Noryani Sorayalita, mengatakan capaian Indeks Pemberdayaan
Gender (IPG) Kaltim pada tahun 2020 terjadi kenaikan, dari 86,22 pada tahun
2019 menjadi 86,39 pada tahun 2020.
“Kenaikan yang terjadi pada
Komposit Pendidikan dan Kesehatan, sedangkan pada komposit Pengeluaran Perkapita mengalami
penurunan. Penurunan terjadi dipengaruhi oleh Pandemi Covid 19,” kata Soraya
sapaan akrab Noryani Sorayalita pada kegiatan Advokasi Pendampingan dan
Kebijakan Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial,
Budaya dan Ekonomi Kewenangan Provinsi, berlangsung di Balai Penyuluhan KB Penajam,
Selasa, (31/8/2021).
Dikatakan, untuk mengukur
keberhasilan pembangunan manusia ada beberapa tolok ukur yang digunakan oleh
pemerintah diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan
Gender IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG).
“Sementara Indeks
Pemberdayaan Gender (IDG) digunakan untuk mengukur tiga komponen, yaitu
keterwakilan perempuan dalam parlemen; perempuan sebagai tenaga profesional,
manajer, administrasi, dan teknisi; dan sumbangan pendapatan
perempuan,”ujranya.
Soraya menyebutkan, IDG
Kalimantan Timur tahun 2019 adalah 65,65 dan berada di urutan 32 dari 34
Provinsi. Nilai ini merupakan komposit dari pemerintah provinsi dan kabupaten
kota se-Kaltim. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan perlu mendapat
perhatian khusus serta komitmen yang kuat dari stakeholder.
“Untuk Kabupaten PPU
sebagai Ibu Kota Negara (IKN) dengan capaian Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) laki-laki 76,1 dan Perempuan 65,74. Hal ini menggambarkan adanya
kesenjangan yang cukup tajam pada kemudahan akses, partisipasi, manfaat dan
Kontrol dalam pembangunan sebesar 10,36,” tandasnya
Soraya menambahkan, capaian
IDG pada Kabupaten PPU untuk masing-masing indikator yaitu peranan aktif
perempuan dalam ekonomi dan politik, untuk tahun 2020 capaiannya 49,75
mengalami penurunan dari 50,36 di tahun 2019, atau turun 0,61.
“Sedangkan komposit perempuan sebagai tenaga profesonal ada kenaikan 1,44 dari
57,06 pada tahun 2019 menjadi 58,5 pada tahun 2020. Demikian juga sumbangan
pendapatan perempuan mengalami kenaikan dari 25,45 pada tahun 2019 menjadi 25,53 pada tahun 2020 atau kenaikan sebesar 0,08,”
jelas Soraya.(mar)