DPMK Berau Dorong Kampung Lebih Kreatif di Tengah Efisiensi Anggaran
Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Kabupaten Berau tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang juga berdampak hingga ke tingkat kampung. Namun, langkah ini bukan berarti kegiatan masyarakat ditiadakan sepenuhnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa dana kegiatan kampung tetap tersedia, namun penggunaannya diharapkan lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebenarnya dalam Alokasi
Dana Kampung (ADK) itu sudah diatur peruntukannya, maksimal Rp100 juta untuk
berbagai kegiatan di kampung, seperti hari ulang tahun kampung, kegiatan
keagamaan, hingga olahraga. Jadi bukan ditiadakan, hanya diatur agar lebih
efisien,” jelas Tenteram di Tanjung Redeb.
Ia menambahkan, selama ini
kegiatan seremonial kerap menelan anggaran cukup besar, padahal manfaatnya
tidak terlalu panjang. “Perayaan biasanya hanya sehari dua hari saja. Daripada
habis untuk itu, lebih baik digunakan untuk kegiatan yang berdampak langsung
pada masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pertanian, atau pariwisata,”
ujarnya.
Tenteram menyebut
kebijakan efisiensi yang diterapkan Bupati Berau sangat beralasan, mengingat
pemerintah daerah juga tengah menekan kegiatan seremonial yang tidak terlalu
penting. Ia menilai langkah ini bisa menjadi momentum bagi kampung untuk lebih
mandiri dan inovatif.
“Tidak selamanya
pemerintah bisa terus-menerus memberi dana besar. Kalau kampung punya
pendapatan asli yang lumayan, mereka bisa menyokong sendiri kegiatan di
wilayahnya. Dengan begitu, pemerintah kampung dituntut untuk kreatif. Kadang
orang kepepet justru jadi kreatif,” katanya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Tenteram menekankan pentingnya menggali potensi lokal sebagai sumber ekonomi baru. Menurutnya, pariwisata tidak selalu harus mengandalkan laut, hutan, atau padang rumput. “Potensi wisata bisa dari ekonomi kreatif, kuliner, UMKM, bahkan transportasi lokal. Semua itu bisa mendukung pembangunan kampung,” tuturnya.
Dengan pendekatan efisiensi dan kemandirian, DPMK Berau berharap setiap kampung
dapat beradaptasi, berinovasi, dan menemukan cara baru untuk berkembang tanpa
terlalu bergantung pada bantuan dana besar dari Pemkab Berau. (sep/FN)