DPD KNPI Kukar Gelar Rapimda dan Musda XV
Tauhid Ketua KNPI Kukar saat sambutan.
POSKOTAKtALTIMNEWS.COM.KUKAR- DPD Komite Nasional
Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan
Musyawarah Daerah (Musda) ke XV di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Senin
(27/9/2021).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil
Bupati Kukar H Rendi Solihin, dan dihadiri Ketua DPP KNPI Kaltim Arif Rahman
Hakim, Ketua DPD KNPI Kukar Tauhid Afrilianoor, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid.
Dalam pelaksanaan Rapimda dan Musda, Rendi
Solihin berharap, kedepan KNPI dan pemerintah daerah bisa satu frame, jangan
sampai ada perselisihan diantaranya, sehingga tidak terjalin komunikasi yang
baik.
"Kita ingin menyatukan persepsi pemuda
di Kukar, apa yang menjadi keinginan pemuda di Kukar perlu diperhatikan"
kata H Rendi Solihin kepada media, di Hotel Grand Fatma, Senin (27/9/2021).
Lanjut dia, Rapim dan Musda ini dilaksanakan
sampai 30 September 2021. Diharapkan pada kepengurusan yang baru nanti, dari
pemuda hulu, pemuda tengah, pemudah pesisir bisa bersatu, sehingga utuh, kompak
untuk pemuda Kaltim ini.
Sementara itu Ketua DPD KNPI Kukar Tauhid
Afrilanoor menyebutkan, tiga tahun sudah mengemban amanah sebagai ketua,
tentunya banyak hal yang dilakukan. Dalam satu tahun bekerja tidak ada kendala,
namun untuk 2 tahun kebelakang terkendala dengan pandemi Covid-19.
"Akan tetapi biar terkendala pandemi
Covid-19, semangat kita masih terus bersemarak, Alhamdulillah sampai tahun ini
18 dpk sdh kami selesaikan untuk laporan kepada Ketua DPP KNPI Kaltim, bahwa
DPK KNPI yang berada di Kecamatan telah berwajah wajah baru, dan SKnya juga sudah
aktif" ujar Tauhid Afrilianoor
Tambah dia, Ada satu hal yang belum selesai
pada masa periode ini adalah, persoalan aset, jadi aset baik itu gedung DPD
KNPI, maupun graha pemuda baik di 18 kecamattan, sampai saat ini asetnya masih
tercatat di Dinas PU.
"Belum diserahkan ke Dispora Kukar,
sehingga kami kesulitan melakukan proses kepengurusan pembiayaannya, kami
menitipkan hal ini pada kepengurusan selanjutnya, agar masalah pengalihan aset
bisa dipercepat, supaya semuanya lancar" tutupnya.(*riz)