Panen Raya Bersama Gubernur, Bupati Kukar Edi Damansyah Minta Pertanian Jagung Terus Berkelanjutan
Panen raya jagung Nusantara oleh Gubernur Kaltim bersama Bupati Edi Damansyah.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.KUKAR- Bupati Edi Damansyah
meminta pertenian jagung hebrida terus berkelanjutan.
Hal ini ia sampaikan usai mengikuti panen
raya jagung Nusantara di Kelurahan Loa Ipu Kecamatan Tenggarong bersama
Gubernur Isran Noor, Ketua DPRD Abdul Rasyid, Rabu (29/9/2021).
Lahan penanaman jagung tersebut sekitar 76
haktare, dan terkelola secara berkelanjutan dengan baik, salah satunya oleh
Kelompok Tani Saka Makmur.
Jagung hibrida merupakan komoditi yang
pengembangannya didukung pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, karena
pasarnya jelas dan perawatannya tidak sulit untuk karakteristik tanah di Kukar.
Edi Damansyah berharap, petani saka makmur
dapat mengembangkan budidaya jagung hibrida di Kukar.
"Kenapa harus dikembangkan? Karena
pasarnya jelas, tadi saya dapat informasi soal harga jagung sekitar 6 ribu
perkilonya, dan terkait jagung hibrida juga kita sudah lakukan kerjasama dengan
6 perusahaan" sebutnya.
Kerjasama tersebut telah mengatur
pengembangan budidaya dan pemasarannya. Semoga dari pergerakan petani milenial,
sektor pertanian menjadi unggulan di Kukar, kalau sudah unggul pasti alami
kemajuan. Jadi yang dibutuhkan saat ini untuk generasi mudanya ialah management
dan teknologi.
"Buang mindset lama petani yang identik
dengan lumpur, sekarang beralih ke teknologi" tuturnya.
Ia juga menyebutkan, yang dibutuhkan petani
saat ini tidak banyak, seperti perairan yang lancar, perairan tidak lancar
disebkan karena di lokasibtersebut tidak ada mesin pompa. Untuk itu pemerintah
daerah akan membantu mesin pompa, agar permasalah tersebut terselesaikan,
sehingga para petani tidak mengalami kendala.
"Tadi saya sudah minta untuk
dipersiapkan oleh kepala Dinas Pertanian pada 2022 kita bantu beberapa unit
mesin pompa, tentunya kami sangat paham apa yang dibutuhkan, selagi postif dan
sesuai kita dukung" ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan
Peternakan Sutikno mengatakan, kendala yang dirasakan para petani jagung ialah
perairan dan meminta pangsa pasarnya lebih luas lagi.
"Terkait perairan petani meminta dibantu
beberapa unit mesin pompa air, kalau kolam air sudah ada, cuma soal pompa
saja, itu akan kita upayakan, kita usulkan pada 2022" kata Sutikno.
Tambah dia, Dinas
Pertanian sangat mendukung para petani, demi kelancaran petani Kukar. Saat ini
jajaran Dinas Pertanian lakukan kerja nyata, sesuai dengan keadaan di lapangan,
apa yang dibutuhkan petani harus diperhatikan.(*riz)