Kelembagaan PUG Penting Untuk Wujudkan Kesetaraan Gender
POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SENDAWAR
-
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius menegaskan, untuk mewujudkan
kesetaraan gender maka diperlukan kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG)
sebagai wadah promosi, koordinasi, konsultasi pelaku pembangunan.
“Mengingat pentingnya hal itu maka diperlukan
kegiatan sosialisasi dengan harapan isu
gender dapat dijadikan sebagai cross cutting Issue dalam menghadapi
kesenjangan,” ujar Ayonius pada Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pelaksanaan PUG
termasuk PPRG Kewenangan Provinsi, berlangsung di Bappeda Kutai Barat, Rabu
(6/10/2021).
Ayonius berharap partisipasi perangkat daerah
yang membidangi dalam pelaksanaan, perencanaan, penganggaran responsif gender
ke dalam dokumen perencanaan menjadi meningkat.
“Selain itu,
bagian penyusunan program atau bagian perencanaan di setiap perangkat
daerah mampu menyerap ilmu yang dibagikan pada hari ini, agar nantinya mampu
menyusun kebijakan, program kegiatan dan anggaran yang lebih baik serta
kemudian dapat membentuk focal point dan kelompok kerja PUG sebagaimana
diamanahkan dalam Inpres Nomor 9 tahun 2000,” papar Ayonius.
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan,
Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Kutai Barat adalah sebesar 83,87
sedangkan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) adalah sebesar 60,60 atau berada
pada urutan ke enam dari seluruh kabupaten/kota se Kaltim.
“Kubar sebagai sasaran kegiatan diharapkan
dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sekaligus memberikan penguatan
dalam komitmen pemerintah setempat dalam implementasi PUG,” tandas.
Soraya berharap adanya upaya berkesinambungan
dari Pemkab Kubar agar pembangunan yang dilaksanakan dapat bersifat adil bagi
laki-laki dan perempuan.
Dikatakan, Isu penting kesenjangan gender
saat ini, meliputi kesenjangan yang terjadi karena akses terhadap hak dan
kesempatan terdiskriminasi karena gender. Maka dari itu pemerintah daerah
berkewajiban menyusun kebijakan program dan kegiatan pembangunan responsif
gender yang dituangkan dalam RPJMD, rencana strategis perangkat daerah dan rencana
kerja perangkat daerah.
“Secara teknis dilakukan integrasi isu gender
sebagai croos cutting issue ke dalam
dokumen RPJMD, diantaranya dengan telah menuangkan data pilah, dasar
hukum, bahkan IPG dan IDG telah dijadikan sebagai indikator keberhasilan pembangunan
daerah,”kata Soraya.
Sosialisasi diikuti sebanyak 35 peserta
terdiri dari perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, UPPKS,
media massa dan dunia usaha. Hadir menjadi narasumber Asdep PUG Bidang Politik
dan Hukum Dermawan, Kabid Kesetaraan Gender Dinas P3AK Jawa Timur One Widyawati
dan Plt Kepala Dinas PPKBP3A Kubar Ritawati.(mar).