Bupati Edi Launching Aplikasi SiManDAU AKSI dan Akurasi Mapan

img

Bupati Kukar Edi Damasyah didampingi Sekda Kukar H Sunggono Launching Aplikasi Simandau Aksi dan Akurasi Mapan

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Seberang menciptakan aplikasi Simandau Aksi dan Akurasi Mapan.

Aplikasi tersebut dilaunching langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah dan didampingi Sekda H Sunggono dan  Plt RSUD Martina Yulianti, di RSUD AM Parikesit, Rabu (13/10/2021).

Turut hadir dalam kegiatan itu  Kepala BPKAD Sukoco, Kepala Bappeda Wiyono.

Aplikasi Sistem Managemen Duta Mutu, Budaya Keselamatan, dan Managemen Risiko Terintergrasi (Simandau Aksi) dan Penguatan Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan (Akurasi Mapan) tujuannya untuk meningkatkan managemen dan keuangan RSUD AM Parikesit

Edi Damansyah mengatakan, aplikasi tersebut adalah salah satu aksi perubahan pejabat administrator yang mengikuti Diklat PIM 3, jadi dari proyek perubahan ini ternyata cocok untuk diimplementasikan dalam rangka perbaikan tata kelola keuangan dan managemen risiko di RSUD AM Parikesit.

"Saya apresiasi dengan adanya aplikasi tersebut, semoga hal ini bisa dijalankan dengan baik, kalau ini berjalan dengan baik, ruang lingkupnya lebih besar lagi, kemungkinan bisa kita adopsi di managemen keuangan pemerintah daerah" kata Edi Damansyah.

Ia juga menyebutkan, kalau terkait pengelolaan keuangan di daerah, BPKAD centralnya, disana ada pendapatan, belanja, pertanggungjawaban, jadi kalau sistem ini sudah terinterkoneksi, pendapatan, perencanaan, belanja, alangkah berjalan dengan baik.

"Tadi saya sangat konsen pada paparan dan videonya bahwa ini juga ada tersambung dengan manajemen resiko itu, sistem pengendalian internal" ucapnya.

Yang menjadi, tugas leading sektor di Inspektorat, hal ini belum berjalan secara keseluruhan di Kukar, hal terus diarahkan ke Inspektorat sistem pengendalian internal bisa berjalan.

"Selama ini kan dilakukan secara manual, ya saya kira sistem baru ini sangat membantu, hal ini sangat bagus diterapkan di beberapa OPD Kukar" sebutnya.

Menurutnya, banyak persoalan selama ini, pihaknya mengetahui setelah di audit oleh BPK, tapi kalau sistem pengendalian internal jalan, dalam kegiatan tahun berjalan bisa melihat persoalan yang ada.

"Sehingga kalau sudah ada gejala-gejalanya itu cepat kita kendalikan dengan baik, hal itu yang harus kita bangun kedepan" tutupnya.(*riz/adv)