Pinggiran Sungai Tenggarong Bakal Disulap jadi Kawasan Wisata dan Ekonomi
Kabid Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah Hery Setyawan.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Perencanaan penataan kawasan tepian sungai Tenggarong yang berada di Jalan
Kartini-Panjaitan masuk pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kukar 2024.
Penataan kawasan tersebut bertujuan untuk memperindah wajah Tenggarong, sehingga
memiliki daya tarik sendiri.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Sarana Prasarana dan Pengembangan
Wilayah Hery Setyawan mengatakan, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk
penataan kawasan tepian sungai Tenggarong sekitar Rp. 137 milliar.
"Alokasi anggaran penataan kawasan
tepian sungai tersebut melalui Dinas Perkim. Kawasan tersebut rencananya akan
dijadikan kawasan perekonomian, rencana Bupati Kukar seperti itu," kata
Hery Setyawan kepada Poskotakaltimnews, Sabtu (8/4/2023).
Sementara untuk merealisasikan hal tersebut,
Pemkab Kukar telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya Balai
Wilayah Sungai (BWS) Kaltim, ATR/BPN.
"Namun kendalanya saat ini belum
mendapatkan rekomendasi teknis dari mereka, Rencana Detail Tata Ruang ini sudah
proses di Kementerian ATR, memang adanya revisi pada saat penataan sungai
Tenggarong yang menjadi revitalisasi," ungkapnya
Artinya kawasan tersebut tidak terjadi
penambahan rumah maupun penduduk, hanya saja direvitalisasi tempat mereka (penduduk)
agar lebih tertata kawasan itu. Selama ini mereka bertempat tinggal bukan di
sepadan sungai, melainkan bangunan mereka memakan badan sungai.
"Penataan kawasan ini dimulai dari
jembatan bongkok hingga jembatan Mangkuraja. Dengan adanya rencana penataan
sungai ini, Pemkab Kukar akan menyiapkan tempat untuk merelokasi mereka
sementara," sebutnya.
Ia juga menyebutkan, penataan sungai
Tenggarong memberikan dampak positif diantaranya, berkurangnya banjir,
pelebaran sungai sehingga dapat dilakukan kegiatan di area sungai.
Kemudian, sungai lebih tertata dan berfungsi
sebagai bagian dari ekosistem lingkungan, memiliki tempat untuk berwisata,
peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata lokal, peningkatan penerimaan
pajak dan lainnya.
"Kami berharap, rekomendasi teknis
tersebut bisa segara keluar, dan lintas OPD saling bersinergi agar semua
rencana dan kegiatan bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.(riz/adv)