Sekda Sri : Stroke Tidak Mengenal Usia hingga Jabatan
Sekda Sri Wahyuni
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Sekretaris Daerah
Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengataka, momentum peringatan Hari Stroke Sedunia
2023, diharapkan dapat menjadi perhatian bersama seluruh masyarakat Kaltim,
terutama pegawai di Lingkungan Pemprov Kaltim, agar, selalu berprilaku hidup
sehat.
“Peringatan ini jangan disebut kita senang
dengan penyakit stroke, tetapi bagaimana mencegah terjadinya stroke terhadap
diri masing-masing. Karena, stroke telah menjadi salah satu penyakit tak
menular yang kematian tertinggi di Indonesia. Makanya, stroke tidak mengenal
usia hingga jabatan siapa saja,” kata Sri Wahyuni usai membuka Diskusi Seputar
Stroke dan Pencegahannya Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan
Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi (PERDOSNI) Kalimantan Timur-Utara, di
Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu 25 Oktober 2023.
Sri Wahyuni menambahkan, stroke bisa
dicegah, yaitu dengan banyak mengedukasi tentang kebugaran atau
bagaimana berprilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, tubuh itu
harus aktif dan produktif. Artinya, produktif itu bukan hanya pikiran saja,
tetapi secara fisik juga harus aktif.
"Oleh karena itu, bagaimana prilaku atau
pola hidup sehat bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, bagi
para pekerja yang biasa banyak duduk di perkantoran cenderung seakan-akan tidak
bisa bergerak. Untuk itu, bagaimana mengatur waktu, agar pola hidup sehat itu
bisa diatur dengan baik. Misalnya, bagaimana tubuh selalu bergerak dengan
olahraga ringan setiap harinya," paparnya.
Begitu juga dengan konsumsi makanan yang
bergizi atau tak berlebihan lanjut Sri,
karena itu, Pemprov Kaltim mengapresiasi diskusi ini yang digelar Dinas
Kesehatan Kaltim bersama Perdosni Kaltim-Utara. Sehingga masyarakat atau
pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim mengetahui bagaimana mencegah stroke.
"Bahkan, kesadaran dan komitmen menjaga
kebugaran penting untuk dilaksanakan. Apalagi bagi ASN di Pemprov Kaltim, guna
menghindari atau mencegah penyakit stroke.
Termasuk, olahraga atau menggerakkan tubuh
kurang lebih 20-30 menit dinilai cukup untuk mencegah terjadinya penyakit
stroke," pinta Sri Wahyuni.
Kapala
Dinas Kesehatan Kaltim dr H Jaya Mualimin meminta agar peringatan Hari
Stroke Sedunia bukan membuat masyarakat senang, tetapi bagaimana
mengantisipasi terhadap stroke.
Kemudian, Pemprov Kaltim mengapresiasi, hingga saat ini ada 51 orang dokter
Spesialis Neurologi se Kaltim.
Hadir, tokoh kesehatan Kaltim yang juga
dokter spesialis Neurologi dr H Andi Sofyan Hasdam, Pengurus Perhimpunan Dokter
Spesialis Neurologi (Perdosni) Kaltim-Utara. Perwakilan Perangkat Daerah di
Lingkungan Pemprov Kaltim.(mar)