Perumda Batiwakkal Berau Raih Peringkat ll Dengan Klasifikasi "Informatif”

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Bagi Perumda Batiwakkal keterbukaan informasi merupakan bagian dari kinerja perusahan karena disinilah masyarakat dapat langsung berpartisipasi dalam turut meningkatkan kinerja perusahaan.

“Kita bersyukur capaian tahun ini karena Perumda Batiwakkal mendapat klasifikasi "informatif" setelah tahun lalu masih "menuju informatif",” ungkap Direktur Perumda Batiwakkal , Saipul Rahman dikantornya baru-baru ini.

Meski tambahnya lagi,  kembali tetap harus puas di urutan kedua dengan nilai 93 setelah Bank Kaltimtara dengan nilai 94 untuk kategori BUMD dari 9 kategori yang ada yaitu,  (1) Pemerintah Kabupaten/Kota, (2) Organisasi Perangkat Daerah, (3) Instansi Penegak Hukum, (4) Penyelenggara Pemilu, (5) Instansi Vertikal Kab/Kota,  (6) Vertikal Provinsi, (7) Instansi Yudikatif, dan (8) BUMD, (9) Badan Layanan Umum Daerah.

"Harapan kami semoga Perumda Batiwakkal tetap bisa mempertahankan predikat informatif ini dan juga meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat," kata Saipul Rahman.

Disampaikannya lagi, pentingnya Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dalam upaya memberikan akses yang mudah bagi seluruh lapisan masyarakat. Wujud komitmen ini perusahaan dengan menyediakan akses informasi yang inklusif, bahkan untuk masyarakat  yang memiliki keterbatasan fisik.

"Pada tahun lalu, perusahaan meraih penghargaan KIP, bersama dengan Bank Kaltimtara. Evaluasi tahun 2022 menunjukkan nilai tertinggi se-Kaltim, dengan angka 3,79, sementara data nasional masih belum keluar," jelas Saipul.

Saipul menekankan juga bahwa setiap tahunnya Perumda Batiwakkal mengejar peningkatan kinerja, dan target untuk tahun 2024 lebih ambisius. Dengan nilai 4,02 pada2023, perusahaan berusaha mempertahankan nilai di atas 90 untuk aspek informatif.

Meski menghadapi tantangan sebagai sponsor yang tidak sebanding dengan beberapa perusahaan lain, Saipul tetap fokus pada hasil yang terukur dan dampak nyata pada pelayanan kepada masyarakat.

"Penghargaan bukan hanya sebagai pengakuan, tetapi sebagai stimulus untuk terus memacu peningkatan, dengan fokus utama pada pengalaman positif yang dirasakan oleh pengguna layanan," ujarnya. (sep/Nad)