Tenggarong Seberang Ditetapkan sebagai Pemasok Lumbung Pangan, Camat Tego Dorong Petani Milenial
(Camat Tenggarong Seberang Tego/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Setelah ditetapkannya Ibu Kota Nusantara (IKN) di
Kalimantan Timur, beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
diamanatkan untuk mendukung kebutuhan pangan IKN. Salah satunya adalah
Kecamatan Tenggarong Seberang, yang telah ditunjuk menjadi salah satu pemasok
lumbung pangan utama di wilayah tersebut.
Camat Tenggarong Seberang,
Tego, menjelaskan bahwa saat ini kecamatan yang dipimpinnya menjadi kontributor
signifikan dalam pasokan beras di Kukar, dengan menyumbang sekitar 24 persen
dari total produksi padi. Namun, kontribusi ini tidak terbatas pada sektor padi
saja.
"Pertanian dalam arti
luas sudah kami lakukan, mulai dari mitigasi lahan, penyediaan pupuk,
penggunaan mekanisme mesin pertanian, hingga manajemen air. Semua ini dilakukan
untuk meningkatkan produktivitas pertanian," ujar Tego saat diwawancarai
Poskotakaltimnews Rabu (13/11/2024) usai kegitan Pelatihan di Tenggarong Seberang.
Selain padi, Tego juga
mengungkapkan kecamatan Tenggarong Seberang saat ini juga fokus pada
pengembangan beberapa bidang seperti peternakan, hortikultura, hingga
perikanan.
"Kami tidak hanya
menanam padi, tapi juga terus mengembangkan sektor peternakan dan hortikultura.
Di 18 desa yang ada di sini, mayoritas penduduk berfokus pada bidang
pertanian," ujar Tego.
Diakuinya selama ini
Pemerintah Daerah (Pemda) Kukar juga turut memberi dukungan, ia menyebut bahwa
bantuan dari pemerintah sangat mendukung, baik dari segi bibit, pupuk, mesin
pertanian, hingga penyediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional.
Disisi lain untuk sektor
peternakan, ia mengatakan kecamatan Tenggarong Seberang telah memulai program
pengembangan ternak kambing di berbagai kelompok tani, dengan jenis kambing bur
sebagai unggulan.
"Setiap desa sudah
memiliki kelompok peternakan masing-masing. Tentunya langkah ini diharapkan
dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi
masyarakat setempat.” jelas Tego.
Saat di singgung terkait SDM petani muda. Tego tidak menutup mata terhadap tantangan regenerasi petani. Menurutnya, masih banyak pemuda di wilayah tersebut yang belum tertarik terjun ke sektor pertanian.
"Saat ini, pertanian
belum dianggap menjanjikan oleh generasi muda. Banyak yang lebih memilih
bekerja di perusahaan daripada melanjutkan usaha pertanian orang tua
mereka," kata Tego.
Ia menekankan pentingnya
perubahan pola pikir dan manajemen dalam pertanian agar lebih menarik bagi
generasi milenial.
"Padahal, dengan
kemajuan teknologi dan penggunaan mesin, pertanian menjadi lebih efisien. Kami
sedang mencari sosok petani milenial yang sukses sebagai role model di
sini," terang Tego.
"Kami terus mendorong
agar generasi muda mau terlibat dalam sektor pertanian. Ini memang soal mindset
dan manajemen yang harus diubah," tambahnya.
Dengan berbagai upaya dan dukungan yang terus ditingkatkan, ia berharap Kecamatan Tenggarong Seberang dapat semakin berperan sebagai tulang punggung ketahanan pangan di Kukar dan wilayah IKN baru, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. (adv/tan)