Desa Tuana Tuha Kembangkan Produksi Gula Semut, Telah Masuk Swalayan dan Hotel di Kaltim
Kepala Desa Tuana Tuha Tomy (pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Pemerintah
Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, terus mendorong
pengembangan produksi gula semut sebagai bagian dari upaya hilirisasi produk
lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini diungkapkan kepala desa
Tuana Tuha Tomy, saat ditemui poskotakaltimnews,
Senin (12/11/2024), disela-sela acara sosialisasi Data Desa Persisi (DDP) di
Bappenda Kukar.
Ia menjelaskan desa tersebut
sebelumnya dikenal sebagai salah satu sentra produksi gula merah, yang menjadi
oleh-oleh khas bagi wisatawan dan sumber penghasilan utama warga. Kini, desa
tersebut tengah berinovasi dengan mengolah gula merah menjadi gula semut yang
lebih praktis dan bernilai tambah.
Pengembangan gula semut dilakukan
oleh kelompok UMKM setempat dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa.
“Dulu orang-orang datang ke sini
membeli oleh-oleh gula merah. Sekarang, dengan adanya gula semut, produk kami
lebih praktis dan menarik minat pasar yang lebih luas,” ujar Tomy.
Disisi lain, Tomy mengatakan dalam
rangka mendukung hilirisasi produk gula semut, Pemerintah Desa telah
mengalokasikan dana desa untuk pembelian mesin kemasan stik.
“Mesin ini diharapkan dapat
membantu UMKM memproduksi gula semut dalam kemasan stik premium yang banyak
dicari hotel dan pasar kelas menengah ke atas. Dan pastinya gula dari desa kami
lebih praktis untuk dikonsumsi dan dibawa kemana saja,” terangnya.
Saat ini, untuk produksi gula
semut sendiri. Tomy mengungkapkan bahwa masih dikelola oleh UMKM setempat,
namun Pemerintah Desa mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes).
"Kami sedang merancang skema
kerja sama antara UMKM dan BUMDes, di mana UMKM fokus pada produksi, sementara
BUMDes akan menangani pengemasan dan pemasaran,” katanya
Disisi lain, ia juga menyebutkan
bahwa Desa Tuana Tuha telah berhasil menjual gula semut dan masuk ke swalayan-swalayan
dan beberapa hotel di Kalimantan Timur. Produk ini juga telah mengantongi
sertifikat halal dan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga).
Namun diakuinya saat ini,
pemerintah desa sedang berupaya untuk mengurus izin BPOM agar produk gula semut
dapat didistribusikan secara lebih luas, termasuk ke hotel-hotel berbintang di
seluruh Indonesia.
“Permintaan gula semut terus
meningkat, terutama dari hotel-hotel besar. Kami sedang berupaya memenuhi
standar BPOM sebagai bagian dari SOP hotel untuk memperluas jangkauan pasar,”
jelasnya.
Lebih lanjut, guna memperkuat
produktivitas, para petani gula di Tuana Tuha mulai Tomy mengungkapkan bahwa
para pembuat gula sudah menggunakan tungku hemat energi yang lebih efisien dan
sesuai standar kesehatan.
“Saat ini, dari total 70 anggota
UMKM, baru empat kelompok yang telah menggunakan teknologi baru tersebut, dan
hanya satu kelompok yang fokus pada produksi gula semut. Dengan tungku ini juga
kita memastikan kebersihan, higienisnya produk gula desa kami.” Tuturnya
Sebagai kepala Desa Tuana Tuha, Tomy merasa bangga. Lantaran desa tersebut pernah mencapai produksi hingga 500 kilogram gula semut per bulan. Tentunya ini menjadi motivasi mereka agar produksi bisa terus bertambah dan menjajaki pasar lebih luas lagi.
“Kami optimis dapat memenuhi
target ekspor, tetapi perlu meningkatkan kapasitas produksi terlebih dahulu.
Oleh karena itu, kami fokus pada perbaikan dari sisi teknologi dan manajemen
produksi,” tutupnya. (Adv/tan)