Intensitas Curah Hujan Tinggi, Tiga Wilayah di Tenggarong Jadi Fokus Penanganan Banjir

img

(Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar Wiyono/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Hujan yang  terjadi beberapa waktu terakhir dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa titik diwilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dilanda banjir.

Salah satunya wilayah Kecamatan Tenggarong yang beberapa waktu lalu terjadi banjir sehingga menjadi keluhan masyarakat. Banjir tersebut menyebabkan terganggunya mobilitas serta aktivitas masyarakat, bahkan menimbulkan kerugian sebab beberapa properti rumah mereka rusak disebabkan terendam banjir.

Merespon hal tersebut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar memastikan bahwa penanganan banjir di wilayah kecamatan Tenggarong akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Dinas PU Kukar Wiyono mengungkapkan, di tahun 2025 ini pihak Dinas PU telah menyiapkan beberapa m upaya untuk penanganan banjir. Salah satu solusinya adalah crossing atau lintasan air, yang nantinya akan dibangun di beberapa titik rawan banjir Tenggarong.

“Berbagai upaya berupa normalisasi saluran air maupun perbaikan drainase juga telah dilakukan, tentunya untuk meminimalisir banjir di Tenggarong.” Ungkap Wiyono saat diwawancarai  Rabu (05/02/2024)

Wiyono mengungkapkan, beberapa titik yang menjadi sumber banjir disebabkan karena akses keluarnya air belum ada. Sebab itu pihaknya sedang berupaya untuk mengatasinya dengan crossing.

“Beberapa titik yang dilakukan crossing seperti di Jalan Udang dan Jelawat, Timbau. Nanti akan mengarah langsung ke Sungai Mahakam. Untuk penanganan banjir sendiri kami akan lakukan berdasarkan titik banjir,” katanya

“Seperti pengerjaan crossing di Timbau, terbukti telah meminimalisir banjir di kawasan tersebut. Kini akan kami optimalkan dengan crossing di Jalan Jelawat dan Udang yang mengarah ke Sungai Mahakam sebagai penanganan jangka panjang.” tambahnya.

Kadis PU tersebut juga mengatakan untuk wilayah Timbau, selain Jalan Jelawat yang juga menjadi perhatian penanganan banjir adalah Jalan Belida serta Aji Masnandai. Menurutnya dikarenakan posisinya yang berdekatan dengan pembangunan kanal.

“Untuk kelurahan Loa Ipuh dan Baru juga menjadi prioritas penanganan banjir. Tetapi pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap agar hasilnya efektif, karena mengingat anggaran yang terbatas.” tandasnya

Dirinya mengungkapkan pembangunan akan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga saluran air akan mengarah langsung ke Sungai Mahakam apabila curah hujan tinggi.

Dalam penangangan masalah banjir ini, Wiyono menyebutkan untuk sementara tidak memungkinkan dilakukan pembongkaran lagi bangunan yang sudah bagus. Terlebih permukiman juga sudah meluas.

“Jadi solusinya, saluran yang ada harus diperlebar agar bisa menampung lebih banyak air.” tutupnya. (tan)