Pemkab Kukar dan BKKBN Kaltim Sinergi Tekan Stunting Melalui Serah Terima Data Keluarga Berisiko Stunting

img

(Pemkab Kukar gelar Serah Terima Data Keluarga Beresiko Stunting bersama BKKBN Kaltim/pic:tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggencarkan upaya penurunan angka stunting dengan strategi berbasis data dan inovasi. Bahkan Kukar kerap menjadi Studi Banding dari daerah lain lantaran dianggap berhasil melakukan intervensi penanganan stunting.

 

Dalam acara serah terima Data Keluarga Berisiko Stunting bersama BKKBN Kalimantan Timur yang digelar Kamis (13/03/2025) di kantor Bupati Kukar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar menegaskan bahwa tren penurunan stunting di Kukar telah menunjukkan hasil positif. 

 

"Kami menargetkan angka stunting, dan alhamdulillah penurunanya cukup signifikan. Terakhir jumlahnya sudah 14% pada akhir 2024,” ungkap Sunggono dalam acara Serah Terima Data KRS.

 

Dalama paparanya Sunggono mengaku berbagai program dan kebijakan telah Pemkab Kukar jalankan untuk memastikan target penurunan stunting ini  tercapai.

 

“Salah satu program unggulan adalah Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan(RBPK), yang memastikan penerima bantuan dari Pemkab Kukar berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS). Data ini beririsan langsung dengan keluarga berisiko stunting, sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran,” jelasnya.

 

Selain itu Sunggono menyebutkan program Raga Pantas untuk Stunting juga menjadi salah satu inovasi yang semakin diperkuat.

 

Program ini berangkat dari temuan bahwa 70% kasus stunting di Kukar dipicu oleh pola hidup orang tua, termasuk kebiasaan merokok. Oleh karena itu, Pemkab Kukar menerapkan pendekatan holistik dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

 

"Kami memetakan peran dan tanggung jawab masing-masing OPD agar intervensi lebih terarah. Keterkaitan antarprogram menjadi strategi utama untuk memastikan penanganan stunting lebih efektif," tambahnya. 

 

Lebih lanjut Sunggono menyebutkan langkah konkret lainnya adalah program Bhakti Pantas, yang memiliki lima indikator utama untuk mengidentifikasi dan menangani keluarga berisiko stunting.

 

“Hasilnya, angka stunting di Kukar berhasil ditekan dari 27% menjadi 16,5% pada September 2024, dan kini turun lagi menjadi 14,6%,” ungkapnya.

 

Menurut Sunggono menangani stunting sama seperti saat menghadapi pandemi COVID-19. Sebab itu Pemkab Kukar terus melakukan upaya menghilangkan stunting dan mencegah stunting.

 

“Kami bahkan melibatkan dokter anak untuk intervensi langsung dan sudah mengalokasikan anggaran untuk program pemberian makanan bergizi (PMB), sebelum adanya program MBG dari pemerintah pusat,” terangnya.

 

"Kami juga mengusung gerakan No Stunting agar tak ada lagi kasus baru di Kukar. Program berbasis data harus terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. 

 

Dari paparanya tersebut Sunggono berharap dengan data KRS yang di serahkan ke Kemendugbangga BKKBN Kaltim, dapat membantu upaya penurunan angka stunting, dan program program dapat tepat sasaran.

 

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kalimanatan Timur Dr. Nurizky Permanajati mengapresiasi atas keberhasilan serta upaya intervensi stunting yang terus dilakukan Pemkab Kukar.

 

“Ini sesuatu yang positif ya, jadi melalui data KRS ini efeknya spesifik yang berdampak besar. Jadi penanganan stunting ini tidak hanya fokus terhadap nutrisi, tapi pendataan dengan baik mempermudah dalam melakukan identifikasi. Sehingga program tepat sasaran. Tidak hanya intervensi stuntingnya namun upaya pencegahan agar tidak ada stunting,” tutupnya. (Adv/Tan)