Debat Publik PSU Pilkada Kukar 2025, Soroti Ketimpangan Gender

img

(Para kontestan PSU Kukar 2025/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Debat publik Pemilihan Suara Ulang (PSU) pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025  berlangsung sukses, yang berlangsung di Komplek Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang,  pada Rabu malam (09/04/2025).

Debat diikuti tiga Pasangan Calon (Paslon) yakni Paslon Nomor 1 Dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin, S.E. Paslon Nomor 2 Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Zais. Dan Paslon Nomor Dendi Suryadi, S.H., M.H. dan Alif Turiadi S.E

Kegiatan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar ini merupakan bagian dari tahapan PSU, menyusul Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil Pilkada Kukar 2024.

Debat dimulai pada pukul 20.20 WITA dan dihadiri sekitar 300 tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dua moderator, I Made Kertayasa dan Angkic Cresentia, memandu jalannya debat dengan format yang dinamis dan interaktif.

Ketua KPU Kukar yang diwakili oleh Komisioner Muhammad Amin menyampaikan bahwa pelaksanaan PSU adalah bentuk komitmen terhadap konstitusi.

"Debat publik ini kami selenggarakan agar masyarakat bisa mengenal visi, misi, serta program kerja para pasangan calon secara terbuka," jelasnya dalam sambutan pembuka.

Ia juga menyampikan bahwa masa kampanye PSU Kukar akan berlangsung hingga 15 April 2025.

Mengangkat tema “Tata Kelola dan Kepemimpinan Profesional dalam Mewujudkan Kutai Kartanegara yang Sejahtera”, debat ini memunculkan beragam isu strategis seperti energi terbarukan, konektivitas infrastruktur, digitalisasi, dan kesejahteraan sosial.

Namun, dari sekian isu yang dibahas, topik ketimpangan gender menjadi salah satu sorotan utama.

Pada pertanyaan yang dibuat oleh tim panelis, dan disampaikan moderator terkair topik yang mengangkat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur yang menyebutkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kukar saat ini berada di angka 0,491.

Angka ini mencerminkan masih rendahnya keterlibatan perempuan dalam sektor formal dan ekonomi produktif.

Hal ini disebabkan dominasi sektor pertambangan dan perkebunan di Kukar yang cenderung menyerap tenaga kerja laki-laki, sementara perempuan lebih banyak berada di sektor informal dengan pendapatan rendah serta minim perlindungan sosial.

Menanggapi hal tersebut Rendi Solihin sebagai kontestan Cawabup dari Paslon Nomor Urut 1 Rendi menyampaikan bahwa tren IKG Kukar telah menunjukkan perbaikan dalam dua tahun terakhir.

"Pada 2023 angkanya berada di atas 0,511 dan pada 2024 menurun ke 0,49. Kami akan terus mendorong perusahaan-perusahaan di Kukar membuka akses kerja lebih luas bagi tenaga kerja perempuan dan penyandang disabilitas," ujar Rendi.

Rendi juga menegaskan dirinya bersama Aulia tak hanya fokus pada ketimpangan gender, namun Paslon 01 juga menaruh perhatian terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

Mereka berkomitmen memastikan kelompok disabilitas mendapatkan kesempatan kerja yang inklusif dan perlakuan yang setara, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

Rendi juga menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui UMKM terus berjalan aktif di berbagai kecamatan, seperti produksi kerupuk dan amplang oleh kelompok masyarakat (poklasar).

Dilanjutkan oleh Paslon Nomor Urut 2 Akhmad Zais sebagai Cawabup juga menekankan pentingnya peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kukar sebagai strategi membuka investasi dan lapangan kerja baru di luar sektor ekstraktif.

"Meski APBD Kukar besar, itu bukan satu-satunya andalan. Yang terpenting adalah memastikan kekayaan daerah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya

Pada kesempatan itu juga Calon Bupati Paslon Nomor Urut 2 yakni AYL, turut memaparkan program Stevisi Gula, yaitu pengembangan budidaya tanaman penghasil gula, madu kelulut, dan pewarna alami.

Ia mengatakan program ini dirancang untuk memberdayakan perempuan Kukar dalam sektor ekonomi berbasis ekspor.

“Kami ingin perempuan menjadi aktor utama dalam peningkatan IKG Kukar,” tegasnya.

Sementara itu Paslon Nomor Urut 3 Dendi Suryadi & Alif Turiadi yang Mengusung konsep Gerbang Nusantara, paslon ini menekankan pemberdayaan perempuan sebagai prioritas utama.

Cawabup dari Nomor urut 3 Alif Turiadi menjelaskan bahwa mereka akan menyediakan pelatihan khusus agar perempuan memiliki akses dan kapasitas setara dalam pembangunan daerah, termasuk dalam ranah politik.

“Perempuan tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Mereka harus menjadi pelaku utama, baik di sektor pemerintahan maupun swasta,” tegas Dendi turut menambahkan

Debat publik ini menjadi ajang penting bagi masyarakat Kukar untuk menilai langsung visi dan komitmen para calon pemimpin mereka.

Ketiga paslon menunjukkan perhatian terhadap isu ketimpangan gender dan memberdayakan perempuan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.

Dengan hadirnya gagasan progresif dari masing-masing kandidat, masyarakat Kukar diharapkan dapat lebih selektif dan kritis dalam menentukan pilihan demi terciptanya kepemimpinan yang inklusif dan berkeadilan sosial. (tan)