Ketua DPRD Kaltim Nilai Positif Kinerja Awal Gubernur: Rapat Tak Lagi di Hotel, Anggaran Lebih Efisien
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Gaya kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang menonjolkan efisiensi birokrasi dan kedisiplinan dalam tata kelola pemerintahan menuai apresiasi dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. Dalam 100 hari masa jabatan pertamanya, Gubernur dinilai mampu membawa perubahan positif dalam cara kerja pemerintah provinsi.
Menurut Hasanuddin,
langkah-langkah yang diambil dalam tiga bulan pertama pemerintahan menunjukkan
adanya pergeseran orientasi menuju pola kerja yang lebih terstruktur dan hemat
anggaran.
“Saya melihat ada
komitmen serius dari Gubernur untuk membangun pola kerja yang lebih disiplin
dan tidak berlebihan. Koordinasi antar lembaga juga terasa lebih terorganisir,”
ujar Hasanuddin, Kamis (29/5).
Salah satu perubahan
yang disoroti adalah kebijakan internalisasi kegiatan pemerintahan, termasuk
larangan menggelar rapat di luar kantor, seperti hotel. Kebijakan ini disebut
sebagai bentuk nyata efisiensi yang berdampak langsung pada penghematan anggaran
daerah.
“Kita patut
mengapresiasi langkah seperti ini. Rapat-rapat kini dilakukan di lingkungan
kantor pemerintahan, bukan lagi di hotel. Ini menunjukkan bahwa orientasi kerja
Pemprov saat ini lebih pada substansi dan hasil, bukan kemewahan,” tuturnya.
Lebih jauh,
Hasanuddin menilai bahwa rutinitas koordinasi mingguan antar Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) memberi sinyal kuat bahwa roda pemerintahan dijalankan
secara konsisten. Ia menilai pola ini perlu dipertahankan untuk menjaga
stabilitas dan arah kebijakan pembangunan.
“Rapat koordinasi
setiap awal pekan itu bukan sekadar rutinitas, tapi forum strategis untuk
menyamakan langkah antar OPD. Ini penting agar pembangunan berjalan sesuai
rencana dan tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Hasanuddin menegaskan
bahwa DPRD siap terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam
menghadapi tantangan besar pembangunan daerah, apalagi dengan kehadiran Ibu
Kota Nusantara (IKN) yang dipastikan membawa dinamika baru bagi Kaltim.
“Kami di DPRD tentu
siap bekerja sama dan mengawal agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada
pemerataan pembangunan. Kaltim harus siap, terutama dengan IKN yang akan
berdampak langsung terhadap daerah,” tutupnya. (ADV)