Pemkab Berau Komitmen Siapkan UMKM Center Sebagai Penunjang Sektor Pariwisata
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Berau mendukung kemajuan UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam menunjang sektor Pariwisata Berau, dengan mempersiapkan Mall Pelayanan Publik (MPP) di atas lahan seluas 4,2 hektare yang dilengkap UMKM Center. Fasilitas ini nantinya akan memajang seluruh produk ekonomi kreatif, UMKM, dan potensi pariwisata daerah.
Bupati Berau, Sri
Juniarsih Mas, menjelaskan bahwa keberadaan UMKM Center menjadi bagian dari
strategi memajukan sektor non-tambang.
“Sumber daya alam
seperti tambang bisa habis 30-40 tahun ke depan. Untuk itu, pariwisata dan
ekonomi kreatif harus kita bangun dari sekarang,” ujarnya.
Ia menekankan peran
seluruh OPD untuk aktif mempromosikan produk lokal. Bahkan, setiap OPD diimbau
memiliki televisi di kantornya untuk menayangkan potensi pariwisata dan UMKM
Berau.
Bupati juga mendorong
pengrajin harus memiliki kartu nama dan akun media sosial resmi seperti
Instagram, Facebook, dan TikTok agar produk mereka mudah diakses konsumen.
“Tidak semua harus
punya galeri, tapi minimal punya identitas dan wadah promosi yang efektif,”
jelasnya.
Selain itu,
pemerintah akan memfasilitasi kegiatan pameran tingkat lokal hingga
internasional, termasuk pameran Akasi pada 28–30 Agustus mendatang. Sri
Juniarsih optimistis, dengan dukungan lintas sektor, produk-produk unggulan
Berau seperti batik, tenun, tas pandan, dan cokelat terbaik Indonesia bisa bersaing
di pasar global.
Bupati juga
menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat.
“Saya minta Kepala OPD, Kepala Bagian, hingga Staf untuk bekerja dengan sepenuh hati dan sesuai regulasi. Jangan hanya bekerja asal-asalan, karena masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari kita,” tegasnya.
Selain itu, Bupati
juga menyampaikan bahwa kehadiran MPP diharapkan menjadi salah satu instrumen
pendukung dalam meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Berau. Dengan
pelayanan yang terpadu dan transparan, investor akan lebih yakin dan merasa
aman menanamkan modalnya di sektor-sektor potensial seperti pariwisata,
pertanian, dan perkebunan. (sep/FN/Advertorial)