SKK Migas Tekan Angka Stunting di Samboja Lewat Program Pantas Pentas

img

(Head of Communication Relations dan CID Zona 9, Elis Fauziyah)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Sebagai langkah progresif menekan angka stunting, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)  PT Pertamina EP Sangasanga Field  menggagas Program Kesehatan Masyarakat Terpadu Menuju Sejahtera (Proskesmas Puja).

Program ini menyasar wilayah dengan prevalensi stunting cukup tinggi, salah satunya Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).

Berdasarkan identifikasi SKK Migas dan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Sungai Seluang mencapai 27,1%. Kondisi ini menempatkan Samboja sebagai kecamatan dengan prevalensi stunting tertinggi ketiga di Kukar.

Head of Communication Relations dan CID Zona 9 , Elis Fauziyah, mengatakan program ini lahir dari tingginya urgensi penanganan stunting di Samboja.

“Sebelum ada pendampingan, tidak ada skrining warga yang terindikasi stunting. Melalui program Pantang Anak Stunting dan Penanggulangan Anak Stunting (Pantas Pentas), kami lakukan pendampingan, penelusuran, hingga identifikasi kasus,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (08/09/2025).

Hasil penelusuran periode 2022–2025 mencatat 103 balita teridentifikasi stunting. Dari jumlah tersebut, 29 balita berhasil terentaskan dari status stunting setelah mendapat pendampingan. Meski menunjukkan progres, SKK Migas tetap melakukan evaluasi berkala guna memastikan efektivitas program.

“Setiap program pasti ada evaluasinya. Jika memang program ini masih dibutuhkan dan kami memiliki kompetensi, tentu akan kami kembangkan lebih lanjut,” tambah Elis.

Selain intervensi langsung, SKK Migas juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas kader posyandu. Upaya ini diharapkan memperkuat sistem deteksi dini serta penanganan stunting secara berkelanjutan.

“Pantas Pentas tidak hanya sebatas program intervensi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting,” jelasnya.

Elis menyebut program perusahaan telah sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, salah satunya Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini konsisten mendapat dukungan SKK Migas, termasuk pembiayaan kader yang belum tercover anggaran pemerintah daerah.

“Dalam hal ini, perusahaan hadir untuk memberikan dukungan, baik berupa pendampingan maupun peningkatan kompetensi kader posyandu,” tegas Elis.

Lebih lanjut, ia mengakui masih ada sejumlah kendala dalam upaya menurunkan stunting. Salah satunya adalah minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya pemenuhan gizi.

“Banyak yang sebenarnya mampu, tapi kurang pengetahuan. Karena itu kami gencar melakukan sosialisasi agar orang tua bisa mencegah stunting sejak dini,” katanya.

Dengan berbagai intervensi yang dilakukan, Elis berharap angka stunting di Kukar terus menurun.

“Harapannya, angka stunting di Kukar bisa ditekan. Tentunya hal ini butuh kolaborasi berbagai pihak, karena keberhasilan program tidak bisa dicapai sendirian. Kami berkomitmen melanjutkan perencanaan program agar stunting dapat dicegah,” pungkasnya. (tan)