Desa Loh Sumber Buktikan Ekonomi Mandiri Bisa Tumbuh dari Dapur Warga
Produk Keripik Tempe Desa Loh Sumber, Kukar. (pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Bukan sekadar makanan rumahan, tempe kini
menjadi simbol kemandirian ekonomi di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu,
Kutai Kartanegara (Kukar). Di tangan para warganya, olahan sederhana berbahan
kedelai itu bertransformasi menjadi produk unggulan yang tak hanya menggugah
selera, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa.
Menanggapi hal itu
kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto,
mengatakan, kemajuan desa tidak bisa semata bergantung pada dana desa. Kuncinya
terletak pada kemampuan kepala desa dan masyarakat membaca peluang lokal.
Ia menilai, apa yang
dilakukan Desa Loh Sumber menjadi contoh nyata bahwa potensi ekonomi bisa
digarap dari apa yang paling dekat dengan warga.
“Tempe itu luar
biasa. Di luar negeri, seperti Amerika Serikat, tempe sudah jadi makanan
populer karena kandungan proteinnya yang tinggi. Desa Loh Sumber berhasil
menangkap peluang itu dan mengembangkannya dengan kreatif,” tutur Arianto belum
lama ini.
Arianto menjelaskan dengan semangat gotong royong, warga Loh Sumber di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sukirno membentuk kelompok UMKM dan PKK yang berfokus pada olahan tempe.
Lebih lanjut Kadis
DPMD Kukar tersebut mengapresiasi atas upaya warga setempat yang membuktikan
dari dapur sederhana, lahirlah keripik tempe renyah dengan berbagai varian
rasa.
“Dari pihak desa
menyebut produk tersebut tak lagi hanya
dijual di sekitar Loa Kulu, tetapi mulai menembus pasar yang lebih luas berkat
dukungan dan pendampingan dari perusahaan mitra,” terang Arianto.
Arianto juga
menegaskan, DPMD Kukar akan terus mendorong desa-desa lain meniru semangat
serupa. Dirinya ingin desa tidak hanya hidup dari bantuan, tapi bisa berdiri
dengan kekuatan sendiri.
“Kalau semua punya
visi seperti Loh Sumber, ekonomi desa Kukar akan tumbuh lebih cepat dan berdaya
saing,” tuturnya.
Sementara itu Kades
Desa Loh Sumber, Sukirno mengungkapkan pengolahan dilakukan dengan sistem
pembagian kerja yang memberdayakan seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau bahan baku 20 kilogram, kami bagi ke
empat pengrajin, masing-masing lima kilogram. Setelah itu, ibu-ibu PKK
melanjutkan proses hingga pengemasan. Semua dapat bagian, semua ikut tumbuh,”
jelasnya.
“Kami berencana
melibatkan generasi muda dalam proses produksi. Ke depan, anak-anak sekolah
akan kami ajak bantu pengemasan agar mereka belajar kewirausahaan sejak dini
dan bisa menambah uang saku,” tambahnya.
Dengan rasa haru Sukirno mengungkapkan keuletan warga Loh Sumber berbuah manis. Produk keripik tempe andalan mereka berhasil menyabet Juara II Lomba Inovasi Desa di Big Mall Samarinda pada 2023, dan juga pernah menjuarai ajang Posyantek tingkat Kabupaten. Meski kini tak lagi mengikuti lomba, semangat mereka tak surut sedikit pun.
“Prestasi itu bonus.
Yang terpenting adalah bagaimana usaha ini bisa terus berjalan, membuka
lapangan kerja, dan menjadi sumber kebanggaan desa,” kata Sukirno . (Adv/Tan)