Pemkab Kukar Genjot Pemerataan Layanan Kesehatan, Targetkan 2 Puskesmas dan 8 Pusban Rampung Akhir 2025
(Kabid P2PL Dinkes Kukar, Supriyadi /pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas pemerataan layanan
kesehatan hingga pelosok desa. Tahun 2025 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar
memprioritaskan pembangunan dan pengembangan 2 Puskesmas serta 8 Puskesmas
Pembantu (Pusban) di sejumlah kecamatan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
(P2PL) Dinkes Kukar Supriyadi mengatakan, program tersebut merupakan langkah
strategis untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah
terpencil.
“Kalau yang Puskesmas sudah selesai, sedangkan untuk Pusban rata-rata sudah
mencapai 50–60 persen. Alhamdulillah, sejauh ini semua berjalan lancar dan
tanpa kendala,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek pengembangan tahun ini mencakup Puskesmas Muara Wis
(lanjutan), Puskesmas Marangkayu, serta sejumlah Pusban yang tersebar di Desa
Bangun Rejo (Tenggarong Seberang), Pendingin (Sangasanga), Buluq Sen dan Muara
Teboq (Tabang), Rantau Hempang (Muara Kaman), Lamin Telihan (Kenohan),
Purwajaya (Loa Janan), dan Tanah Datar (Muara Badak).
Dinkes menargetkan seluruh proyek rampung paling lambat 10 Desember 2025.
Meski tidak bisa dikerjakan serentak di semua titik, Supriyadi memastikan
progres di lapangan tetap sesuai jadwal.
“Target penyelesaian paling lambat 10 Desember. Karena tidak semua lokasi
bisa dikerjakan bersamaan, maka progres dilakukan bertahap sesuai kesiapan di
lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian Pusban dibangun baru karena di wilayah tersebut belum
tersedia fasilitas kesehatan dasar. Sementara itu, beberapa lainnya
direhabilitasi total karena kondisi bangunan lama sudah tidak layak pakai.
“Kalau memang sebelumnya belum ada Pusban, maka dibangun baru. Tapi kalau
ada yang sudah rusak parah, tidak bisa direhab, jadi dilakukan pembangunan baru
juga,” tambahnya.
Supriyadi menuturkan, dari total 32 Puskesmas yang ada di Kukar, sebagian
besar telah memenuhi standar pelayanan. Fokus pembangunan ke depan akan
diarahkan pada desa yang belum memiliki Pusban atau wilayah yang jauh dari
Puskesmas induk.
“Fasilitas kesehatan ini merupakan standar dasar dalam mendekatkan
pelayanan ke masyarakat. Karena itu, pengadaan sarana dan prasarana kesehatan
akan terus menjadi prioritas,” tutupnya (Adv/Tan)