Hilirisasi Produk Lokal Khususnya Sawit, Dewan Minta Mendapat Perhatian Pemkab Berau

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Transisi ekonomi daerah dari ketergantungan pada sektor pertambangan menuju penguatan pariwisata dan pertanian harus benar-benar dapat diwujudkan. Menurut Ketua DPRD Berau, Dedi Okto Nooryanto  hilirisasi produk lokal, khususnya kelapa sawit yang menjadi perhatian serius Pemkab Berau.

 

“Pengamatan kami di lapangan hilirisasi itu penting. Kita punya banyak kebun sawit, harusnya ada pabrik besar yang mengolah minimal 20 persen produksi di daerah, sesuai aturan. Sekiranya Pemerintah daerah harus cepat menangkap peluang ini,” ungkap Dedi Okto, di kantor DPRD Berau   Jalan  Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun.

 

Terkait sektor pariwisata, Dedi Okto menilai Berau memiliki potensi besar, khususnya keindahan bawah laut yang sudah dikenal wisatawan mancanegara. Namun, ia mengakui bahwa daya tarik wisata di Berau masih kalah dibanding destinasi seperti Bali dan Lombok.

 

“Kalau di Bali dan Lombok, wisatawan bisa menikmati pantai sekaligus olahraga seperti selancar. Di Berau, wisatawan datang khusus untuk menyelam. Jadi perlu inovasi agar pariwisata kita lebih beragam dan menarik,” katanya.

 

Selain itu, ia juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) terkait peredaran minuman keras (miras). Menurutnya, regulasi saat ini tidak terkendali sehingga perlu penertiban agar tidak berdampak negatif bagi masyarakat maupun sektor pariwisata.

 

“Sekarang miras bebas di mana-mana. Padahal perda hanya membolehkan di hotel berbintang lima, sedangkan kita tidak punya hotel seperti itu. Maka perda harus ditinjau ulang. Kalau memang ingin mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), atur dengan jelas. Kalau tidak, sekalian saja dikunci agar tidak menimbulkan masalah,” tegasnya.

Dedi berharap ke depan, seluruh program pembangunan dapat berkesinambungan, sehingga transisi ekonomi dan pengembangan sektor potensial benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Berau. (sep/FN/Advertorial)