Listrik Menyala Hingga Pelosok, DPMD Kukar Patikan Program Terang Kampungku Tuntas 100 Persen

img

(Program Terang Kampungku yang diluncurkan tahun lalu/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Cahaya kini menyinari pelosok Kutai Kartanegara (Kukar). Program “Terang Kampungku” yang digagas mantan Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin melalui RPJMD Kukar Idaman 2021–2026, resmi rampung pada tahun 2025 ini.

Program unggulan tersebut berhasil mewujudkan mimpi besar menghadirkan listrik 24 jam di seluruh desa, termasuk wilayah terpencil yang selama ini hidup dalam kegelapan. Sejak awal, “Terang Kampungku” tidak sekadar proyek infrastruktur.

Program ini dirancang sebagai wujud pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui jaringan PLN, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, serta penerangan jalan umum, pemerintah berupaya memastikan setiap warga desa dapat menikmati cahaya yang sama  simbol kemajuan dan harapan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menegaskan bahwa program ini telah mencapai target RPJMD.

“Realisasi Terang Kampungku di seluruh desa dan kelurahan sudah tuntas. Tapi di lapangan, kami masih menemukan beberapa dusun dan RT yang belum sepenuhnya teraliri listrik. Saat ini kami sedang menindaklanjutinya,” ujarnya saat ditemui Poskotakaltim diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, dua desa di Kecamatan Kenohan, yakni Desa Lamin Pulut dan Lamin Telihan, masih dalam tahap penyambungan listrik oleh PLN. Pihaknya telah melaporkan perkembangan ini kepada Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, dengan target penyelesaian pada awal tahun 2026.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dari program ini,” imbuhnya.

Meski demikian, diungkapkannya perjalanan menuju 100 % listrik desa tidak mudah. Arianto mengakui, medan geografis menjadi tantangan besar. Beberapa wilayah berada di tengah danau atau di balik bukit, menyulitkan proses distribusi material dan pembangunan jaringan listrik baru.

“Kondisi alam membuat PLN harus berpikir kreatif. Karena itu, desa yang sulit dijangkau kami fasilitasi dengan PLTS agar mereka tetap bisa menikmati penerangan di malam hari,” jelasnya.

Dengan semangat itu, Arianto menegaskan pemerintah akan terus mencari solusi agar tidak ada warga yang kembali hidup dalam gelap. Arianto menegaskan, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar program ini berkelanjutan.

“Kalau ada masyarakat yang belum mendapat listrik, itu tanggung jawab kita bersama. Pemerintah akan terus berupaya, sebab kebutuhan listrik bukan lagi kemewahan, tapi hak,” tegasnya.

Arianto juga mengenang awal mula keberhasilan program ini. Sejak tahun 2022, Terang Kampungku telah menerangi 17 titik di berbagai desa seperti Tunjungan, Liang Buaya, Kupang Baru, Menamang Kanan, Menamang Kiri, Muara Enggelam, Enggelam, dan Tani Baru, serta beberapa dusun di Muara Wis dan Kembang Janggut. Setiap desa kini merasakan perubahan besar dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, dan keamanan.

“Bayangkan, dulu mereka hanya mengandalkan lampu minyak. Sekarang, anak-anak bisa belajar malam hari, warga bisa berjualan sampai larut, dan keamanan lingkungan jauh lebih baik,” tutur Arianto.

Ia menyebut bahwa masyarakat pedalaman kini bisa menikmati fasilitas sederhana seperti kipas angin dan pengisi daya ponsel, yang dulu hanya bisa mereka bayangkan.

Ke depan pun, Arianto menyebut DPMD Kukar masih terus mendata kebutuhan listrik di desa-desa yang belum maksimal. Peningkatan kapasitas tenaga surya juga tengah diusulkan agar PLTS yang sudah ada bisa lebih optimal.

“Kami sedang mengajukan penambahan daya di beberapa titik, termasuk di Desa Sepatin. Yang terpenting, perangkat desa juga harus menjaga perawatan fasilitas agar manfaatnya bisa dirasakan jangka panjang,” pungkas Arianto. (Adv/Tan)