Sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga: DPRD Kaltim Ajak Warga Wujudkan Keluarga Tangguh
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Upaya memperkuat fondasi keluarga sebagai unit terkecil pembangunan terus digencarkan pemerintah daerah. Hal ini terlihat dari kegiatan sosialisasi Perda No. 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga yang digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Nurhadi Saputra, di Kelurahan Manggar Baru, Minggu (16/11/2025).
Kegiatan sosialisasi
ini menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai kondisi dinamis yang
mencerminkan keuletan, ketangguhan, serta kemampuan fisik, mental, dan
spiritual dalam menjalani kehidupan secara mandiri. Ketahanan keluarga menjadi
landasan penting untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin, sekaligus
menjaga keharmonisan dalam lingkungan sosial.
Dalam sambutannya, Nurhadi menjelaskan bahwa Perda tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kepedulian serta tanggung jawab dalam menciptakan keluarga yang tangguh.
“Perda ini mendorong harmonisasi dan sinkronisasi program ketahanan
keluarga antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa
kualitas keluarga ditentukan oleh keseimbangan pemenuhan kebutuhan
fisik-materiil dan mental-spiritual. Ketika keseimbangan ini terwujud, keluarga
mampu menjalankan fungsinya secara optimal menuju kehidupan yang sejahtera.
Nurhadi juga
memaparkan unsur keluarga berkualitas, mencakup legalitas dan keutuhan
keluarga, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial-psikologis,
serta ketahanan sosial budaya. Semua unsur tersebut saling berkaitan dalam
membentuk fondasi keluarga yang kuat.
Selain itu, ia menjelaskan hak-hak keluarga dalam Perda, mulai dari pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan keluarga dan pelestarian nilai adat. Hak lainnya yakni memperoleh informasi keluarga, ruang hidup yang layak, hingga dukungan pengembangan kualitas diri dan fungsi keluarga.
“Kami berharap
melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya ketahanan
keluarga dan bersama-sama membangun lingkungan yang harmonis,” tutup Nurhadi.
(mid)