DPRD Kukar Soroti Dilema Kenaikan PAD: Ekonomi Masyarakat Lesu, Risiko Bebani Rakyat
Anggota DPRD Kukar, Eko Wulandanu.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Rencana peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi perbincangan di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang menurun. Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Eko Wulandanu, menilai upaya menaikkan PAD belum sepenuhnya tepat apabila tidak disertai pertumbuhan ekonomi yang cukup di tingkat masyarakat.
Menurut Eko, kondisi saat
ini menunjukkan adanya perlambatan daya beli yang berdampak pada perputaran
ekonomi lokal. Situasi ini makin kompleks ketika pemerintah daerah dihadapkan
pada kebutuhan menutup defisit atau penyesuaian fiskal yang muncul akibat
menurunnya APBD.
“Ini dilema. PAD ingin
dinaikkan, tetapi ekonomi masyarakat belum tumbuh. Kalau dipaksakan, rakyat
terbebani, sementara pemerintah perlu menyeimbangkan kebutuhan fiskal,” tegas
Eko, pada Rabu (19/11/2025).
Eko menjelaskan bahwa
peningkatan PAD idealnya dilakukan ketika ekonomi masyarakat sedang bergerak
naik. Namun saat ini, aktivitas ekonomi di banyak sektor justru melambat, mulai
dari perdagangan, perikanan, hingga pertanian.
Jika kondisi tersebut
tidak dikelola dengan hati-hati, ia khawatir beban itu justru akan jatuh ke
masyarakat.
“Perputaran ekonomi yang
menjadi dasar meningkatnya PAD juga tidak tumbuh optimal. Ini yang membuat
kebijakan peningkatan PAD menjadi tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa
situasi ini bukan hanya terjadi di Kutai Kartanegara. Banyak daerah lain
mengalami tekanan fiskal yang sama akibat penurunan pendapatan dan pergeseran
prioritas anggaran. Karena itu, Eko menilai penting bagi pemerintah daerah
untuk bersikap adaptif dan hati-hati dalam mengambil keputusan.
“Semua pihak harus duduk
bersama. Eksekutif dan legislatif perlu bersinergi agar setiap kebijakan fiskal
benar-benar efektif dan tidak menambah beban masyarakat,” katanya.
Untuk mengatasi tekanan
jangka panjang, Eko mendorong pemerintah mulai memperkuat basis PAD melalui
sektor-sektor yang memiliki potensi besar di Kukar, seperti pertanian,
manufaktur, dan pengembangan industri lokal. Langkah ini dinilai strategis agar
PAD dapat tumbuh tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat.
“Strategi meningkatkan PAD
untuk tahun berikutnya harus dimulai sekarang. Kita punya potensi besar di
sektor pertanian dan manufaktur yang bisa dikembangkan,” jelasnya.
Terakhir, Ia menegaskan
bahwa kebijakan fiskal yang tepat sasaran menjadi kunci menjaga stabilitas
ekonomi daerah.
“Jika pemerintah tidak fokus pada fondasi ekonomi masyarakat,
perlambatan pertumbuhan ekonomi akan semakin terasa,” pungkasnya.(ADV)