Pemkab Kukar Dukung Program Prioritas Nasional
Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kukar Eko Bagus
Sampurno (riz/poskotakaltim)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program prioritas nasional di tingkat daerah.
Sejumlah program seperti
Makanan Bergizi Gratis (MBG), percepatan penanganan stunting, serta penguatan
kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih dipastikan akan masuk dalam perencanaan
dan penganggaran daerah sesuai arahan pemerintah pusat.
Plt Kepala Bappeda Sy. Vanesa
Vilna melalui Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kukar, Bagus Eko Sampurno
mengatakan, program prioritas nasional tidak hanya menjadi amanat pusat, tapi
juga merupakan kebutuhan daerah untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Menurutnya, dukungan
daerah harus tampak nyata melalui pengalokasian anggaran, integrasi lintas
sektor, dan penguatan sinergi antarperangkat daerah.
“Program-program prioritas nasional wajib kita
kawal bersama agar pelaksanaannya berdampak langsung bagi masyarakat Kukar,”
kata Bagus Eko Sampurno pada Poskotakaltimnews, di Tenggarong, belum lama ini.
Ia menjelaskan, program
Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu yang harus disiapkan secara
matang karena targetnya menyasar kelompok pelajar dan masyarakat rentan.
MBG dinilai sejalan dengan
upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“MBG bukan sekadar
penyediaan makanan, tapi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan
kualitas SDM dan menekan angka kerentanan gizi,” terang Bagus.
Selain MBG, penanganan
stunting juga menjadi fokus yang akan terus mendapatkan perhatian serius.
Ia menegaskan, intervensi
penurunan stunting harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, baik
melalui program kesehatan, penyediaan gizi, edukasi keluarga, hingga penguatan
layanan dasar.
“Stunting adalah isu strategis nasional. Kita
harus memastikan setiap OPD terkait memberikan kontribusi agar prevalensinya
terus menurun,” tegasnya.
Program prioritas lain
yang turut diperkuat adalah Koperasi Desa Merah Putih, sebagai upaya
pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Pihaknya menyebut,
koperasi tersebut merupakan wadah strategis untuk meningkatkan aktivitas
ekonomi berbasis komunitas. Dukungan penganggaran diperlukan agar koperasi
dapat menjalankan fungsi pembinaan, pemasaran, dan penguatan usaha mikro di
tingkat desa.
“Koperasi Desa Merah Putih
harus teranggarkan agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tambahnya.
Sementara keberhasilan
tiga program tersebut sangat bergantung pada konsistensi daerah dalam
merencanakan, menganggarkan, dan mengawal pelaksanaannya. Untuk itu, Bappeda
Kukar berkomitmen mencantumkan program-program ini dalam dokumen perencanaan
strategis dan tahunan.
“Kuncinya adalah
keselarasan perencanaan daerah dengan arahan nasional, sehingga tidak ada
program yang tercecer,” ujarnya.
Dalam hal ini, perlunya
memperkuat koordinasi antar-OPD, terutama dinas kesehatan, pendidikan, sosial,
hingga perangkat desa, agar pelaksanaan program lebih efektif. Kerja kolaboratif
dinilai menjadi pendekatan terbaik dalam mewujudkan target-target nasional di
tingkat kabupaten.
“Kolaborasi adalah fondasi
utama. Tanpa itu, program hanya akan berjalan parsial,” katanya.
Bappeda Kukar juga terus
membuka ruang konsultasi dan asistensi dengan pemerintah provinsi maupun
kementerian terkait untuk memastikan pelaksanaan di daerah sesuai standar.
Asistensi tersebut penting
untuk memperbaiki desain program dan memastikan dukungan anggaran tepat
sasaran.
“Daerah harus aktif
berkomunikasi dengan pusat agar implementasinya tidak menyimpang dari tujuan,”
jelasnya.
Melalui penguatan
perencanaan, sinergi lintas sektor, dan komitmen penganggaran, ia berharap
seluruh program prioritas nasional dapat berjalan optimal di daerah. Dengan
begitu, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,
sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang lebih inklusif dan
progresif. (Adv/riz)