Berulang Kali Insiden Ponton di Sungai Mahakam, DPRD Kukar Nilai Pentingnya Meningkatkan Pengawasan
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Beberapa waktu lalu telah terjadi insiden sebuah ponton menabrak ratusan
kotak keramba ikan milik warga di Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong sehingga
menimbulkan kerugian.
Ketua DPRD Kutai
Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, secara tegas menyoroti berulangnya insiden
ponton yang menabrak keramba milik masyarakat di sepanjang Sungai Mahakam
tersebut. Hal tersebut disampaikannya saat wawancara pada Kamis (09/01/2026).
Ahmad Yani menilai,
kejadian yang terus berulang ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak
yang memiliki otoritas terhadap aktivitas pelayaran di sungai.
Menurutnya, insiden
semacam ini seharusnya tidak terjadi, apabila standar keselamatan dijalankan
dengan baik oleh perusahaan yang melakukan kegiatan bongkar muat maupun
pelayaran.
“Ini saya rasa karena
kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Perusahaan yang melakukan
aktivitas pelayaran harusnya memperhatikan aspek keselamatan. Apalagi yang
mengendalikan itu manusia, sehingga kelalaian tidak bisa ditoleransi,” tegas
Ahmad Yani saat menghadiri acara di Pendopo Bupati Kukar.
Ia menambahkan, DPRD
Kukar berharap agar pengawasan di sepanjang aliran Sungai Mahakam dapat
dilakukan secara detail dan berkesinambungan.
Dengan pengawasan
yang ketat, pergerakan ponton-ponton yang melintas dapat diantisipasi lebih
awal sehingga tidak kembali merugikan masyarakat.
“Insiden ini bukan
terjadi sekali, tapi sudah berulang kali. Ini menjadi faktor kelalaian kita
semua, terutama bidang yang bertugas melakukan pengawasan pelayaran ponton,”
ungkapnya.
Selain itu Ahmad Yani
juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar memahami aspek
hukum terkait status pemukiman di wilayah tersebut.
Berkaitan untuk
kegiatan perikanan seperti keramba, ia menilai masih memungkinkan dilakukan
melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan pihak terkait.
“Harapan kita jangan
sampai masyarakat terus dirugikan. Semoga persoalan ini bisa segera
dituntaskan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kukar berencana melakukan evaluasi dan akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan pemilik ponton dan pelayaran. DPRD ingin memastikan standar keselamatan yang diterapkan serta menelusuri penyebab utama insiden tersebut.
“Nanti akan kita
pertanyakan, apakah ini murni kelalaian manusia saat mengemudikan kapal, faktor
arus sungai yang tidak bisa dihindari, atau kondisi alam lainnya. DPRD berada
di tengah untuk menilai secara objektif, bukan untuk menyalahkan, tapi memastikan
pihak perusahaan dan pemilik ponton bertanggung jawab,” pungkasnya. (Tan)