Pedestrian Jalan Milono Tuai Polemik, Pemkab Berau: Esensi Kebijakan Publik Terletak pada Manfaat Nyata
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menata wajah kota melalui pembangunan jalur pedestrian di Jalan Milono malah menimbulkan perdebatan publik. Hal itu karena desain yang disebut menyerupai kawasan wisata di Yogyakarta dinilai berpotensi mengaburkan identitas lokal Berau.
Menyikapi hal
itu Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis
menyampaikan bahwasanya itu merupakan dinamika pro dan kontra termasuk
konsekuensi yang tak terpisahkan dari setiap kebijakan pembangunan.
“Menurut kami tidak ada pembangunan yang sepenuhnya bebas
dari kritik. Pemerintah sering berada di posisi sulit. Tidak membangun,
dianggap diam dan tidak bekerja. Saat membangun, muncul kritik dari berbagai
sisi,” ujarnya.
Gamalis menegaskan,
pembangunan tidak semestinya terhenti hanya karena perbedaan selera atau sudut
pandang. Menurutnya, esensi kebijakan publik terletak pada manfaat nyata yang
dapat dirasakan masyarakat, bukan semata pada simbol atau persepsi visual.
Ia juga menepis
anggapan bahwa penataan kawasan kota otomatis menghilangkan jati diri daerah.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap berupaya menjaga karakter Berau sambil
menghadirkan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi warga.
“Bahkan menurut kami
menjaga identitas lokal bukan berarti menolak perubahan. Kota harus ditata agar
masyarakat merasa aman dan nyaman beraktivitas,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu
Gamalis juga mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak selalu dijadikan
penghambat kemajuan daerah. Selama pembangunan dilakukan untuk kepentingan
publik, pemerintah memiliki kewajiban untuk tetap melangkah.
Atas dasar itu, Pemkab Berau memastikan proyek penataan pedestrian Jalan Milono tetap dilanjutkan. Program tersebut menjadi bagian dari agenda penataan kawasan perkotaan sekaligus upaya meningkatkan kualitas ruang publik di ibu kota kabupaten.
“Proyek ini tetap
berjalan. Tujuannya jelas, untuk kenyamanan dan kepentingan masyarakat Berau,”
tandasnya. (sep/FN)