Gelar Pasar Murah dan Operasi Pasar Gas 3 Kg, Upaya Pemkab Berau Jaga Keseimbangan Ketersediaan Stok Pangan dan Harga

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok mulai terasa. Namun di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan satu hal penting: stok pangan masih aman. Kabar ini menjadi penyejuk di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran, yang kerap dibarengi dengan kenaikan harga di pasaran.

 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwasanya Pemkab Berau tidak tinggal diam menghadapi potensi gejolak tersebut. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan harga.

 

“Secara umum stok pangan di Kabupaten Berau masih cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID) yang dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar LPG 3 kilogram, serta penyaluran bantuan pangan di Tribun Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (17/3/2026).

 

Berdasarkan proyeksi ketahanan pangan Maret 2026, sejumlah komoditas utama berada dalam kondisi relatif aman. Persediaan beras bahkan diperkirakan mampu bertahan hingga 69 hari ke depan. Sementara itu, minyak goreng dan daging sapi masing-masing sekitar 62 hari, jagung 42 hari, daging ayam 34 hari, serta gula pasir 31 hari. Angka-angka ini menunjukkan bahwa secara pasokan, Berau masih dalam posisi aman untuk menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.

 

Namun, di sisi lain, realitas di lapangan tidak sepenuhnya tenang. Beberapa komoditas strategis seperti beras, telur ayam ras, daging sapi, dan cabai mulai mengalami kenaikan harga. Menurut Sri, kondisi ini bukan tanpa sebab. Peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan menjadi faktor utama. Selain itu, ketergantungan Berau terhadap pasokan dari luar daerah turut memengaruhi stabilitas harga, terutama ketika biaya distribusi dan transportasi ikut meningkat.

 

Menghadapi situasi ini, Pemkab Berau bergerak di dua sisi sekaligus: menjaga pasokan tetap aman dan menahan laju kenaikan harga agar tidak membebani masyarakat.

 

Pengawasan rutin terhadap harga dan stok pangan terus diperketat. Pemerintah juga menggandeng Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi penimbunan atau praktik yang merugikan masyarakat. Koordinasi dengan Bulog dan para distributor juga terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

 

Tak hanya itu, intervensi langsung kepada masyarakat dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah. Program ini bahkan telah digelar sebanyak delapan kali sebelum Ramadan, sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan harga. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

 

Upaya pemerintah tidak berhenti pada pengendalian harga. Dalam kegiatan yang sama, Pemkab Berau juga menyalurkan bantuan pangan kepada 12.212 kepala keluarga. Selain itu, operasi pasar LPG 3 kilogram turut digelar dengan menyalurkan 1.000 tabung gas bersubsidi untuk memastikan kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi.

 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh pemerintah daerah agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap bahan pangan, tetapi juga tetap memiliki daya beli di tengah dinamika harga.

 

Menjaga sstabilitas hingga Hari Raya dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Pemkab Berau optimistis kondisi pangan menjelang Idulfitri tetap terkendali. Namun demikian, pengawasan tidak akan dikendurkan. Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi hingga hari raya tiba.

 

“Menjelang Idulfitri ketersediaan pangan masih relatif aman, namun pengawasan tetap harus dilakukan agar harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” tegas Sri.

Di tengah dinamika harga yang mulai bergerak naik, kepastian stok yang aman dan langkah cepat pemerintah menjadi kunci agar dapur masyarakat Berau tetap “ngebul” hingga Lebaran tiba. (sep/FN)