Jelang Lebaran Pemkab Kukar Pastikan Perbaikan Jalan di Kukar Dilakukan Bertahap
Kondisi beberapa titik jalan rusak ringan di Tenggarong. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Menjelang
arus mudik Lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara memastikan
penanganan sejumlah titik jalan rusak yang dinilai paling mendesak, meski
keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Saat dikonfirmasi
awak media Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti,
menyampaikan bahwa beberapa titik yang sudah atau akan ditangani antara lain di
depan Kantor Bappenda Kukar atau jalur Damkar di Jalan AP Mangkunegoro yang
tembus ke Jalan Pesut, kawasan lampu merah Imam Bonjol, serta sekitar Jembatan
Mangkuraja.
“Penanganan ini
sifatnya mendesak dan menggunakan skema pekerjaan langsung (PL) karena nilainya
relatif kecil. Namun sebenarnya titik yang membutuhkan perbaikan itu banyak,”
ujarnya Rabu (18/03/2025) via telepon.
Linda mengatakan
salah satu titik yang cukup parah berada di depan Indomaret Timbau, dekat
Kantor Bupati Kukar. Kerusakan di lokasi tersebut sudah terjadi sejak sekitar
September atau Oktober 2025. Upaya penanganan sementara sebelumnya dilakukan
dengan pemasangan pelat, namun tidak berhasil karena pelat justru mengalami
deformasi.
Lebih lanjut ia
menegaskan, keterlambatan penanganan bukan karena pihaknya tidak bekerja,
melainkan karena keterbatasan anggaran dan proses administrasi yang harus
dilalui.
“Kami menggunakan
APBD, jadi tidak bisa langsung dikerjakan. Tahun lalu juga anggarannya sudah
tidak tersedia, dan di APBD Perubahan tidak muncul kegiatan tersebut,”
jelasnya.
Pada tahun 2026,
Dinas PU Kukar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk beberapa
titik. Sejumlah pekerjaan ditargetkan selesai sebelum Lebaran, meskipun ada
yang belum dapat difungsikan sepenuhnya, seperti di kawasan lampu merah.
Selain di Tenggarong,
Linda menyebut perbaikan juga dilakukan di ruas jalan poros Sebelimbingan–Kota
Bangun–Kenohan, tepatnya di wilayah Tuana Tuha Sebelimbingan.
“ Dalam
pelaksanaannya, Dinas PU turut dibantu perusahaan setempat yang menyumbangkan
material seperti batu, sementara dinas menyediakan alat berat untuk proses
pengerjaan,” kata Linda.
“Untuk beberapa titik
di Tenggarong, seperti depan Bappenda dan Jembatan Mangkuraja, pengerjaan belum
dikerjakan. Namun sesuai kontrak, pekerjaan berlangsung sekitar satu setengah
bulan hingga April 2026,” tuturnya.
Meski demikian, Linda
menyebut pihaknya juga mempertimbangkan kondisi lalu lintas sebelum melakukan
pekerjaan besar, terutama di lokasi padat seperti Jembatan Mangkuraja.
“Kami tidak ingin
perbaikan justru mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi menjelang Lebaran.
Karena itu, kami minta penyedia jasa tetap menjaga kelancaran lalu lintas
selama pekerjaan berlangsung,” terangnya.
Linda juga mengimbau
masyarakat untuk bersabar karena keterbatasan anggaran membuat tidak semua
jalan rusak dapat diperbaiki sekaligus. Ia menekankan pentingnya peran bersama
dalam menjaga infrastruktur jalan.
“Misalnya di dalam
kota, khususnya ruas Ahmad Mukhsin, sudah mulai dilalui truk bermuatan berat
seperti kelapa sawit, padahal jalan tersebut bukan untuk kendaraan di atas 8
ton. Ini tentu mempercepat kerusakan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi jalan di beberapa wilayah lain seperti Jonggon yang mengalami longsor dan kerusakan cukup parah. Dengan banyaknya titik kerusakan dan keterbatasan anggaran, Dinas PU harus menentukan skala prioritas penanganan.
“Kami harap
masyarakat bisa bersabar. Bukan berarti kami tidak memperbaiki, tapi kami
bekerja sesuai kemampuan anggaran yang ada. Kami juga mengajak semua pihak,
termasuk instansi lain dan pengguna jalan, untuk bersama-sama menjaga kondisi
jalan agar tetap layak digunakan,” tutupnya. (Tan)