Berau Perang Lawan Stunting: Sinkronisasi Jadi Kunci Hindari Program Sia-sia
POSKOTAKALTIMNEWS,BERAU : Terobosan Pemkab Berau dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Berau kini tidak lagi sekadar berbicara program, tetapi sudah dimulai dari pembenahan mendasar pada tahap perencanaan. Melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026, Berau berupaya memastikan setiap langkah penanganan berjalan terarah, terukur, dan saling terintegrasi.
Forum ini menjadi
krusial di tengah tantangan penanganan stunting yang selama ini kerap
dihadapkan pada persoalan klasik: program lintas sektor yang berjalan
sendiri-sendiri, tumpang tindih, bahkan tidak menyentuh akar masalah di
lapangan.
Dalam penjelasannya
Ketua Bapelitbang Kabupaten Berau, Endah Ernany Triariani, menegaskan bahwa Pra
Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan fondasi utama dalam menyusun
arah kebijakan pembangunan, khususnya dalam percepatan penanganan stunting.
“Kami harap pra
Musrenbang tematik stunting ini harus dilaksanakan sebelum Musrenbang RKPD,
agar seluruh program yang dirancang benar-benar terintegrasi dan tepat
sasaran,” ujarnya dalam laporan kegiatan, Senin (6/4/2026).
Persoalan stunting
tambahnya, bukan hanya merupakan isu kompleks yang tidak bisa ditangani secara
parsial. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari kesehatan,
pendidikan, hingga infrastruktur dasar, yang semuanya harus dirancang dalam
satu kerangka yang saling mendukung.
Ia mengingatkan,
tanpa adanya sinkronisasi sejak awal, berbagai intervensi berisiko berjalan
tidak efektif. Bahkan, dalam beberapa kasus, program yang dijalankan justru
saling tumpang tindih atau tidak menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Kalau perencanaan tidak disatukan, program bisa berjalan sendiri-sendiri.
“Akibatnya, anggaran
tidak optimal dan dampaknya ke masyarakat juga minim,” jelasnya.
Melalui Pra
Musrenbang ini, Pemkab Berau berupaya
menyatukan berbagai usulan dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan
lainnya. Setiap program dikaji ulang, diselaraskan, dan dipastikan memiliki
keterkaitan satu sama lain sebelum masuk ke tahap pembahasan lebih lanjut.
Tidak hanya itu, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk mengidentifikasi
prioritas program yang benar-benar mendesak. Dengan demikian, hasil perencanaan
tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil
masyarakat di lapangan.
Masih dalam
penjelasannya Endah ernany juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data
dalam setiap perencanaan. Menurutnya, kebijakan yang baik harus didukung oleh
data yang akurat agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan memiliki
dampak yang terukur.
“Yang kita dorong
adalah perencanaan yang tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar
bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia
menyebut Pra Musrenbang sebagai tahap penyaringan awal sebelum usulan dibawa ke
forum Musrenbang RKPD. Proses ini dinilai penting untuk memastikan hanya
program-program prioritas dan berkualitas yang masuk dalam rencana pembangunan
daerah.
Pemerintah Kabupaten
Berau pun berharap, melalui penguatan perencanaan sejak tahap awal ini,
kualitas pembangunan daerah dapat semakin meningkat. Terlebih, penanganan
stunting menjadi salah satu fokus utama yang membutuhkan konsistensi dan
ketepatan strategi.
Dengan sinergi lintas sektor yang semakin diperkuat, Berau optimistis upaya penurunan stunting ke depan tidak lagi berjalan sporadis, melainkan lebih sistematis, terarah, dan berkelanjutan.
Pra Musrenbang ini
pun diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyusun program tahun 2027 yang
lebih efektif, sekaligus menjadi bukti bahwa perang melawan stunting tidak
hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga dimulai dari meja perencanaan yang
matang. (sep/FN)