Sri Juniarsih Mas Minta PJ Kepala Kampung Harus Bekerja Cepat dan Berdampak Bagi Masyarakat

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pelantikan Penjabat (PJ) Kepala Kampung di Kabupaten Berau bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan bahwa roda pemerintahan kampung harus tetap bergerak cepat dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melantik PJ Kepala Kampung Suaran dan Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, di Balai Mufakat Tanjung Redeb, Senin (6/4/2026).

 

Dua pejabat yang dilantik, Edwin Sopyan sebagai PJ Kepala Kampung Suaran dan Jaidi sebagai PJ Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun, langsung dihadapkan pada tuntutan untuk bekerja cepat, adaptif, dan profesional.

 

“Setelah dilantik tidak hanya menjabat, tetapi bertanggung jawab penuh terhadap jalannya pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Harus langsung bergerak,” tegas Sri Juniarsih Mas.

 

Masih dalam arahannya dalam kesempatan itu  Bupati juga menekankan bahwa tantangan pembangunan Kampung saat ini tidak ringan. Di tengah kebijakan efisiensi, aparatur kampung dituntut tetap mampu menghadirkan program yang tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan kepala kampung dalam mengelola potensi lokal. Ia mendorong agar sektor pertanian dan ekonomi kreatif terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kampung.

 

“Potensi itu sudah ada. Tinggal bagaimana dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Tak hanya soal program, Bupati juga menyoroti pentingnya tata kelola keuangan yang akuntabel. Ia mengingatkan agar tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran kampung, karena hal tersebut akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. Selain itu, sinergi lintas sektor menjadi penekanan utama. Ia meminta para PJ Kepala Kampung aktif berkoordinasi dengan camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta berbagai lembaga kemasyarakatan.

 

Kolaborasi juga diharapkan terjalin dengan tenaga pendamping seperti Pejuang SIGAP Sejahtera, Pendamping Desa (P3MD), hingga Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk memastikan setiap program berjalan efektif.

 

“Jangan berjalan sendiri. Bangun sinergi. Jangan sampai pemerintah kampung dan masyarakat hanya jadi penonton di wilayahnya sendiri,” tegasnya.

 

Bupati juga mengingatkan bahwa status Kampung Suaran sebagai Kampung Maju dan Kampung Sei Bebanir Bangun sebagai Kampung Mandiri bukanlah garis akhir pembangunan. Justru, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.

 

“Jangan cepat puas. Status itu harus dijaga dan ditingkatkan dengan pelayanan dan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Lebih jauh, ia menilai keberhasilan pembangunan kampung tidak hanya diukur dari status administratif, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Pelantikan ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pemerintahan kampung, khususnya menjelang tahapan Pemilihan Kepala Kampung Antar Waktu (PAW). Stabilitas pemerintahan dinilai menjadi kunci agar proses demokrasi di tingkat kampung dapat berjalan lancar.

Dengan penegasan tersebut, Bupati berharap para PJ Kepala Kampung tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata. “Yang terpenting adalah dampaknya. Masyarakat harus merasakan hasil dari setiap kebijakan dan program yang dijalankan,” pungkasnya. (sep/FN)