Dari Kampung Panaan Inovasi Pewarna Batik Urea, Rudi P Mangunsong : Tapi Harus Aman
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah geliat ekonomi kreatif Kabupaten Berau, sebuah terobosan lahir dari Kampung Panaan. Para pengrajin batik setempat menghadirkan inovasi pewarnaan dengan menggunakan bahan sejenis urea langkah berani yang membuka peluang baru, sekaligus memunculkan perhatian soal aspek keamanan.
Inovasi ini pun
mendapat respons dari DPRD Berau. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P.
Mangunsong, mengapresiasi kreativitas masyarakat yang dinilai mampu mendorong
pertumbuhan sektor ekonomi kreatif daerah.
“Kami akui ide ini
bagus dan kreatif. Artinya ada inovasi dari masyarakat. Ini tentu kita
apresiasi,” ungkap Rudi P Magunsong , baru-baru ini dikantor DPRD Berau.
Menurutnya, munculnya
gagasan baru dari pelaku usaha lokal menjadi sinyal positif bahwa industri
kreatif Batik di Berau terus berkembang dan tidak stagnan. Namun, ia menegaskan
bahwa setiap inovasi tetap harus melalui tahapan pengujian yang matang,
terutama jika menyangkut penggunaan bahan kimia. Terlebih lagi, kain batik
merupakan produk yang digunakan langsung oleh masyarakat dan bersentuhan dengan
kulit. Karena itu, aspek keamanan tidak boleh diabaikan.
“Kendatipun demikian
menurut pandangan kami tetap perlu dilakukan uji kelayakan atau uji
laboratorium terlebih dahulu. Penggunaan bahan kimia dalam produk yang
digunakan masyarakat harus memiliki dasar penelitian yang jelas,” tegasnya.
Masih dalam
penjelasannya Rudi juga menekankan pentingnya rekomendasi dari lembaga
berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), guna memastikan bahan
yang digunakan benar-benar aman dan sesuai standar. Selain itu, dinas teknis di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau diharapkan turut memberikan pendampingan,
mulai dari proses produksi hingga analisis dampak.
“Kami mendorong
adanya kajian dari instansi terkait agar tidak menimbulkan dampak bagi
kesehatan,” katanya.
Jika hasil penelitian
menyatakan teknik pewarnaan tersebut aman, Rudi optimistis batik Kampung Panaan
bisa menjadi ikon baru Berau. Bukan hanya memperkuat identitas lokal, tetapi
juga meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
“Kalau memang sudah
ada penelitian dan dinyatakan aman, tentu ini bisa menjadi nilai lebih bagi
batik lokal kita,” tuturnya.
Ia berharap, inovasi dan standar keamanan dapat berjalan beriringan. Dengan kualitas yang terjamin, batik Kampung Panaan tidak hanya dikenal di Berau, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kita ingin produk
kita dikenal tidak hanya di daerah sendiri, tapi kalau bisa bersaing di pasar
internasional. Jadi kita harus menekankan kualitas dan keamanan dari produk itu
sendiri, tanpa mengorbankan kesehatan konsumen,” tandasnya. (sep/FN/Advertorial)