Musrenbang RKPD 2027 Provinsi Kaltim, Tekankan Transformasi Ekonomi dan Hilirisasi Industri
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027 di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (30/4/2026).
Dalam forum yang
menekankan sinergi dan kolaborasi perencanaan pembangunan daerah tersebut,
Gubernur Rudy menegaskan pentingnya transformasi ekonomi sebagai arah utama
pembangunan Kaltim ke depan. Ia mengakui, struktur ekonomi daerah hingga kini
masih sangat bergantung pada sektor sumber daya alam seperti minyak, gas, dan
batu bara yang rentan terhadap fluktuasi pasar global dan dinamika geopolitik.
“Kita harus bergerak
lebih cepat mengubah motor perekonomian daerah pada sektor-sektor ekonomi yang
bernilai tambah tinggi,” tegas Rudy.
Menurutnya,
pengembangan hilirisasi industri menjadi kunci dalam mendorong transformasi
ekonomi tersebut. Ia memaparkan,
dominasi sektor pertambangan dan penggalian dalam struktur ekonomi Kaltim mulai
mengalami penurunan, dari 43,19 persen pada 2023 menjadi 34,18 persen pada
2025. Sebaliknya, kontribusi sektor industri pengolahan meningkat dari sekitar
17 persen pada 2023 menjadi 20,12 persen di 2025.
“Pada masa transisi
ini, pertumbuhan ekonomi Kaltim tetap tumbuh positif di kisaran 4,53 persen,”
ungkapnya.
Rudy menambahkan,
arah pembangunan Kaltim selaras dengan tema pembangunan nasional dalam Rencana
Kerja Pemerintah Tahun 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni
akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri.
Untuk mendukung
transformasi tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan fondasi dan instrumen
pendukung, terutama pembangunan infrastruktur yang berkualitas, baik
infrastruktur dasar maupun konektivitas.
Gubernur Rudy juga
mengharapkan dukungan pemerintah pusat melalui APBN, khususnya untuk
peningkatan infrastruktur konektivitas seperti ruas jalan nasional Kutai
Kartanegara–Kutai Barat–Mahakam Ulu serta Samarinda–Bontang–Kutai Timur–Berau.
Di sisi lain, ia
menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus bersifat inklusif dan mampu
memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sektor ekonomi kerakyatan seperti
UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif dinilai perlu terus didorong melalui
strategi yang lebih akseleratif dan berorientasi pada penciptaan lapangan
kerja.
“Perluasan akses
masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi daerah harus terus
diperkuat,” ujarnya.
Rudy berharap,
melalui perencanaan pembangunan yang harmonis dan selaras, perekonomian daerah
dapat terus tumbuh dan angka kemiskinan semakin menurun.
Sementara itu,
Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Akmal Malik
yang mengikuti secara daring mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara
rencana pembangunan nasional dan daerah. Direktur Pedesaan, Daerah Afirmasi dan
Transmigrasi Bappenas Mohammad Roudo juga menekankan agar daerah
memprioritaskan belanja produktif.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menambahkan, penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD dalam Musrenbang RKPD 2027 merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan yang partisipatif dan akuntabel.
Musrenbang ini
dihadiri anggota DPR dan DPD RI, DPRD Kaltim, Wakil Gubernur Seno Aji,
Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota
se-Kaltim, serta tokoh masyarakat (mar).