Ahmad Yani Banjir Dukungan Masyarakat
Foto: Aksi demonstrasi masyarakat mendukung Ahmad Yani tetap menjadi ketua DPRD Kukar. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di tengah mencuatnya isu pergantian Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani justru mendapat arus dukungan yang semakin luas dari masyarakat.
Situasi ini terjadi usai
aksi demonstrasi yang menuntut pergantian pimpinan DPRD Kukar yang berlangsung
di Kantor DPRD Kukar, Tenggarong, pada Senin (4/5/2026).
Pada hari yang sama,
kelompok masyarakat dari sejumlah wilayah juga hadir dengan sikap berbeda.
Mereka menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang ada tidak dihentikan di tengah
jalan, dengan pertimbangan bahwa program dan kebijakan yang berjalan dinilai
masih relevan dan dibutuhkan.
Warga Desa Batuah, Ansar,
menggambarkan bahwa perubahan yang dirasakan masyarakat bukan sekadar wacana,
melainkan terlihat dari hasil pembangunan yang sudah dinikmati warga, terutama
pada akses jalan yang sebelumnya menjadi kendala aktivitas.
“Contoh kecilnya,
infrastruktur jalan di Desa Batuah yang sebelumnya rusak kini sudah bagus. Itu
bukti nyata kerja beliau,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sikap
yang disampaikan lahir dari pengalaman masyarakat sendiri, bukan karena
dorongan pihak tertentu.
Dalam pandangannya,
dinamika yang berkembang seharusnya tidak mengaburkan fokus utama terhadap
kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pandangan serupa disampaikan
oleh Nurkholisam dari Samboja Barat, ia menilai pendekatan yang dilakukan
selama ini menunjukkan adanya perhatian terhadap masyarakat di kawasan Tahura
Bukit Soeharto, terutama dalam menjaga ruang aktivitas warga di tengah berbagai
keterbatasan.
“Kami melihat tidak ada
niat untuk meninggalkan masyarakat. Justru beliau memfasilitasi dan
memperjuangkan agar warga tetap bisa beraktivitas,” kata dia.
Menurutnya, pergantian
kepemimpinan di tengah proses yang belum selesai berpotensi menghambat upaya yang
sudah berjalan, khususnya bagi masyarakat yang masih bergantung pada
keberlanjutan kebijakan tersebut.
Menanggapi berbagai
dukungan itu, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani menyatakan bahwa kepercayaan
masyarakat menjadi dorongan untuk tetap bekerja sesuai tanggung jawab yang
diemban.
Ia menekankan bahwa
seluruh proses yang dijalankan harus tetap berada dalam koridor aturan yang
berlaku.
“DPRD ini adalah rumah
rakyat. Kami akan terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat Kukar,” tegasnya.
Ia juga memandang
perbedaan sikap yang muncul sebagai bagian dari proses demokrasi yang tidak
terpisahkan dari kehidupan politik. Baginya, ruang kritik tetap diperlukan
sebagai bagian dari penguatan kinerja lembaga.
“Kami siap bekerja
maksimal, menerima kritik, dan terus membuka ruang aspirasi bagi masyarakat,”
ucapnya.
Meski dinamika politik
masih berlangsung, kondisi di Tenggarong tetap terkendali. (kriz)