Sempat Terlantar Hingga Larut Malam, Penumpang Sriwijaya Air Akhirnya Diterbangkan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kekecewaan ratusan penumpang Sriwijaya Air di Bandara Kalimarau akhirnya mulai terjawab. Setelah sempat tertahan berjam-jam hingga larut malam akibat penerbangan yang terus mengalami penundaan sebelum akhirnya dibatalkan, para penumpang tujuan Balikpapan dipastikan akan diberangkatkan menggunakan pesawat pengganti, Kamis (7/5/2026) sore.

 

Kepastian itu disampaikan pihak Sriwijaya Air setelah situasi delay panjang yang terjadi sejak Selasa (5/5/2026) dan dikeluhan para penumpang. Banyak di antara mereka mengaku kelelahan karena harus menunggu kepastian keberangkatan selama hampir satu hari penuh.  

 

Staff Finance Sriwijaya Air, Herlina Dewinta N, mengatakan maskapai telah menyiapkan pesawat pengganti jenis Boeing seri 800 dengan kapasitas 189 penumpang untuk melayani penerbangan Berau–Balikpapan.

 

“Terkait Penumpang akan diberangkatkan pukul 14.25 WITA menggunakan pesawat pengganti,” ujarnya saat ditemui di Bandara Kalimarau, Kamis (7/5/2026).

 

Menurut Herlina, jumlah penumpang yang akan diberangkatkan hari ini sekitar 100 orang. Sementara sebagian lainnya memilih membatalkan perjalanan setelah penerbangan sebelumnya tak kunjung terlaksana.

 

Ia menjelaskan, pesawat pengganti tersebut saat ini masih berada dalam rute penerbangan Jakarta menuju Papua sebelum melanjutkan perjalanan ke Berau dan kemudian membawa penumpang menuju Balikpapan.

 

Herlina mengungkapkan, penyebab utama keterlambatan penerbangan itu berasal dari gangguan teknis pada pesawat yang membutuhkan proses perbaikan cukup panjang. Kerusakan tersebut mengharuskan maskapai mendatangkan suku cadang langsung dari Jakarta.

 

“Semua keadaan ini  berawal ada komponen pesawat yang mengalami kerusakan dan harus menunggu spare part dari Jakarta,” jelasnya.

 

Setelah suku cadang tiba, teknisi langsung melakukan pemasangan dengan estimasi pengerjaan sekitar dua jam. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kondisi pesawat dinyatakan belum layak terbang.

 

“Adanya pertimbangan faktor keselamatan maka pesawat memang tidak bisa dipaksakan untuk terbang,” katanya.

 

Situasi itu membuat jadwal penerbangan terus mengalami perubahan. Penumpang yang sejak awal sudah berada di bandara harus kembali menunggu tanpa kepastian. Pihak maskapai mengaku sebenarnya telah memberikan informasi penundaan sejak sehari sebelum keberangkatan atau H-1. Namun proses perbaikan yang belum selesai membuat jadwal penerbangan terus bergeser.

 

“Awalnya diinformasikan delay menjadi pukul 12.15 WITA. Kemudian mundur lagi ke 14.45 WITA, lalu berubah menjadi 18.35 WITA. Sampai akhirnya pada pukul 21.30 WITA penerbangan dinyatakan cancel,” ungkap Herlina.

 

Penundaan berkali-kali itu memicu kekecewaan para penumpang. Sebagian besar mengaku sudah terlalu lama menunggu di ruang keberangkatan tanpa kepastian jelas apakah pesawat benar-benar akan terbang atau tidak. Tak sedikit pula penumpang yang memiliki jadwal lanjutan penerbangan di kota tujuan lain.

 

Kondisi tersebut membuat mereka kebingungan karena harus mengatur ulang perjalanan. Beberapa penumpang bahkan memilih membatalkan penerbangan dan meminta refund karena khawatir keterlambatan semakin panjang.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab, Sriwijaya Air mengaku telah memberikan kompensasi kepada para penumpang terdampak. Pihak maskapai menyediakan fasilitas hotel, voucher, hingga pengalihan jadwal penerbangan bagi pemegang tiket Sriwijaya Air.

 

“Kami langsung fasilitasi seluruh penumpang Sriwijaya Air yang terdampak delay. Hotel dan voucher juga sudah diberikan,” ujarnya.



Namun untuk penumpang yang memiliki tiket lanjutan menggunakan maskapai berbeda, pihak Sriwijaya Air tidak dapat memberikan fasilitas pengalihan penerbangan karena berada di luar tanggung jawab maskapai.

 

“Ketentuan itu mengacu pada aturan Kementerian Perhubungan dan sudah tercantum saat pembelian tiket di agen perjalanan seperti Traveloka maupun Tiket.com,” jelasnya.

Meski demikian, untuk penumpang yang masih menggunakan jaringan penerbangan Sriwijaya Air, maskapai memastikan proses pengalihan jadwal akan tetap dibantu hingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan mereka. “Khusus yang tiket lanjutan masih dalam maskapai yang sama, akan kami bantu pengalihan ke jadwal penerbangan berikutnya,” pungkas Herlina. (sep/FN)