Oknum Pembina TPQ di Kukar Diduga Melarikan Diri Setelah Kasus Pelecehan Anak Viral
Foto: Ilustrasi.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Oknum pembina Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diduga melarikan diri setelah kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang menyeret namanya viral di media sosial.
Keberadaan pria tersebut
hingga kini belum diketahui, sementara proses penyelidikan oleh kepolisian
terus berjalan.
Kepala Unit Reserse
Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kembang Janggut, Aiptu Erly Mahroni, mengatakan
pihaknya masih mendalami laporan serta mengumpulkan berbagai alat bukti dan
keterangan saksi.
“Prosesnya masih berjalan.
Kami masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti lain,” ujar Erly saat
dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (8/5/2026).
Menurut Erly, dugaan
peristiwa tersebut disebut terjadi pada Desember 2025. Namun laporan resmi baru
diterima polisi pada akhir April 2026 setelah salah satu orang tua korban
datang melapor.
Rentang waktu itu diduga
dimanfaatkan terduga pelaku untuk meninggalkan wilayah Kecamatan Kembang
Janggut sebelum aparat melakukan penjemputan.
“Terduga pelaku menghilang
setelah informasi ini ramai. Kami sedang melakukan pelacakan posisi dan
berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit ruang geraknya,”
jelasnya.
Kasus tersebut menjadi
perhatian masyarakat setelah beredar informasi dugaan korban mencapai 11 anak.
Hingga kini, baru satu keluarga yang secara resmi membuat laporan polisi.
Polisi juga berencana
memeriksa saksi tambahan dan meminta keterangan dari anak-anak lain apabila
ditemukan adanya dugaan korban tambahan dalam kasus tersebut.
Meski demikian, penyidik
masih membuka kemungkinan adanya korban lain dan akan melakukan pemeriksaan
tambahan apabila ditemukan dugaan korban baru.
“Statusnya saat ini masih
terduga, tapi tindakan melarikan diri ini jelas menjadi catatan dalam proses
penyelidikan kami. Kami terus melakukan penyelidikan dan memburu terduga
pelaku,” paparnya.
Polisi juga meminta
masyarakat segera melapor apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku maupun
informasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Aparat memastikan
pengumpulan keterangan saksi masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh
fakta dalam perkara itu.
“Kami akan terus lakukan
pantauan di lokasi tersebut dan mengumpulkan para saksi-saksi untuk dimintai
keterangan,” tutupnya. (kriz)