Antrean BBM di Berau Kian Semrawut hingga Tutup Bahu Jalan, Dewan Minta Tertibkan Kendaraan Agar Kemacetan Tak Makin Parah
Wakil Ketua II DPRD
Berau, Sumadi.
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau semakin menjadi perhatian. Antrean yang mengular hingga memakan badan jalan dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi memicu kemacetan dan membahayakan pengendara lain.
Kondisi tersebut
mendapat sorotan dari Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. Ia meminta pihak
pengelola SPBU segera mengambil langkah tegas untuk mengatur antrean kendaraan
agar tidak semakin semrawut.
Menurut Sumadi,
situasi sulitnya mendapatkan BBM saat ini memang dipahami masyarakat. Namun,
antrean kendaraan yang dibiarkan hingga menutup bahu jalan dinilai tidak bisa
terus terjadi tanpa penanganan.
“Kami akui kondisi
saat ini memang BBM sulit didapat.
Harapan kami, antrean jangan sampai mengganggu lalu lintas, apalagi sampai ke
jalan dan menutup bahu jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan,
antrean kendaraan yang terjadi hampir setiap hari membuat kondisi lalu lintas
di sekitar SPBU menjadi tidak tertata. Bahkan, tidak sedikit kendaraan yang
rela mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan BBM. Politisi tersebut
menilai, pengelola SPBU harus memiliki sistem pengaturan antrean yang lebih
efektif agar panjang antrean dapat dikendalikan dan tidak meluber ke badan
jalan.
Salah satu langkah
yang disarankan yakni dengan menerapkan pembatasan pengisian BBM bagi kendaraan
tertentu. Menurutnya, kebijakan itu dapat menjadi solusi sementara untuk
mengurangi kepadatan antrean.
“Pihak SPBU juga
harus bisa membatasi setiap kendaraan supaya antrean tidak terlalu panjang.
Mungkin bisa diberlakukan dua hari sekali agar tidak setiap hari kendaraan yang
sama ikut mengantre,” katanya.
Selain untuk mengurai
antrean, pembatasan tersebut juga dinilai penting guna mengantisipasi adanya
oknum yang diduga membeli BBM secara berulang untuk ditimbun maupun
diperjualbelikan kembali secara ilegal.
“Harapan kita semua
menyadari, termasuk pihak SPBU bisa memberikan batasan pengisian BBM sesuai
kebutuhan, jangan sampai didominasi oleh oknum-oknum tertentu,” tambahnya.
Ia berharap kesadaran
bersama antara masyarakat sebagai konsumen dan pihak pengelola SPBU dapat
menjadi solusi sementara di tengah kondisi distribusi BBM yang belum stabil.
Menurutnya, ketertiban antrean menjadi hal penting agar distribusi BBM tetap
berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan lain maupun
menimbulkan kemacetan yang lebih parah di kawasan sekitar SPBU. (sep/FN)