Data Pribadi Jadi ‘Emas Digital’: DPRD Berau Ingatkan Warga, Jangan Sampai Jadi Korban
Sumadi (Wakil Ketua II DPRD Berau).
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Di era serba digital seperti sekarang, data
pribadi tak ubahnya “emas baru” yang diburu banyak pihak. Di balik kemudahan
layanan online yang semakin meluas, ancaman kebocoran hingga penyalahgunaan
data justru kian nyata dan mengintai masyarakat dari berbagai sisi.
Wakil Ketua II DPRD
Berau, Sumadi, mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan kemudahan
teknologi tanpa dibarengi kewaspadaan dalam menjaga dokumen kependudukan.
Diharapkan dokumen
seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga berbagai berkas administrasi lainnya
kini menjadi target empuk pelaku kejahatan siber. Jika jatuh ke tangan yang
salah, data tersebut bisa digunakan untuk berbagai aksi ilegal, mulai dari
penipuan hingga pencurian identitas.
“Sekiranya kami minta
Masyarakat jangan mudah menyerahkan data pribadi, terutama kepada pihak yang
tidak jelas asal-usul dan legalitasnya. Verifikasi dulu sebelum percaya,” ujar
Sumadi, baru-baru ini dikantor Dewan Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei
Bedungun.
Ia mengungkapkan,
modus kejahatan kini semakin beragam dan canggih. Tidak sedikit pelaku yang
menyamar sebagai pihak resmi, bahkan mengatasnamakan instansi pemerintah atau
lembaga terpercaya untuk meyakinkan korban. Dalam situasi seperti ini,
kelengahan masyarakat menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku. Sekali data
pribadi diberikan, dampaknya bisa panjang dan merugikan, baik secara finansial
maupun keamanan identitas.
Di sisi lain, Sumadi
mengakui bahwa digitalisasi layanan publik memang membawa banyak manfaat.
Proses administrasi menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah diakses oleh
masyarakat.
Namun, menurutnya,
kemudahan tersebut harus diiringi dengan sistem perlindungan data yang kuat.
Tanpa itu, transformasi digital justru berpotensi membuka pintu bagi kejahatan
baru.
“Apalagi sekarang hampir semua layanan sudah berbasis
digital. Ini memang memudahkan, tapi kalau tidak diimbangi dengan perlindungan
data yang kuat, risikonya juga besar,” jelasnya.
Sebagai langkah
antisipasi, ia mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Berau untuk terus memperkuat sistem keamanan data. Tidak hanya dari sisi
teknologi, tetapi juga melalui peningkatan literasi masyarakat. Menurutnya,
edukasi menjadi kunci penting agar masyarakat memahami betapa berharganya data
pribadi dan bagaimana cara melindunginya.
“Sudah seharusnya
Masyarakat diberikan Pemahaman jangan sampai kemudahan teknologi justru
dimanfaatkan oleh oknum untuk merugikan warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sumadi
juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi di
media sosial maupun platform digital lainnya. Kebiasaan membagikan informasi
secara terbuka tanpa disadari bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku kejahatan.
Selain itu, warga
diminta lebih teliti dan kritis saat menerima permintaan data, baik melalui
telepon, pesan singkat, maupun aplikasi daring. Setiap informasi yang masuk
perlu diverifikasi sebelum ditanggapi.
“Kewaspadaan harus
menjadi kebiasaan. Jangan mudah percaya, dan selalu pastikan keamanan data
kita,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya
kesadaran dan kehati-hatian masyarakat, diharapkan ancaman penyalahgunaan data
pribadi dapat ditekan, sehingga kemajuan digital benar-benar membawa manfaat
tanpa mengorbankan keamanan. (sep/FN/Advertorial)