Kerap Banjir di Depan Kantor DPRD Berau, Sumadi Desak Pembenahan Drainase dan Buka Jalur Air Ke Sungai

img

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Banjir yang kerap menggenangi Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun saat hujan  hingga tepat di depan Kantor DPRD Berau, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau guna mencari solusi cepat untuk mengurangi genangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

 

Menurut Sumadi, terdapat tiga titik strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai jalur pembuangan air menuju sungai sehingga genangan di kawasan tersebut dapat diminimalkan.

 

“Saya sudah menghubungi Kabid DPUPR terkait persoalan banjir ini. Ada tiga titik yang saya usulkan sebagai solusi, yaitu mengalirkan air langsung ke sungai besar di sekitar Jembatan Bedungun, kemudian melalui jalur di samping Dapur Teras, dan satu titik lagi di kawasan samping Water Boom,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama air tidak cepat surut diduga karena kapasitas drainase yang tidak memadai serta tingginya sedimentasi di saluran pembuangan.

 

“Membuat drainase di kiri dan kanan jalan kemungkinan sudah tidak mampu menampung debit air. Selain itu, sedimentasi yang menumpuk membuat aliran air semakin terhambat. Karena itu perlu dilakukan pembersihan dan normalisasi saluran,” katanya.

 

Sumadi menilai juga bahwa langkah pembukaan jalur aliran menuju sungai dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif sambil menunggu penanganan yang lebih menyeluruh.

 

“Kalau air bisa dialirkan ke tiga titik itu, saya yakin genangan akan jauh berkurang. Walaupun belum menyelesaikan masalah secara total, setidaknya bisa mengurangi dampak banjir yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

 

Sumadi juga menekankan pentingnya membangun aliran khusus yang terhubung langsung ke sungai. Pasalnya, kondisi sungai di sekitar lokasi dinilai masih mampu menampung tambahan debit air.

 

“Masalahnya air belum masuk ke sungai. Karena itu perlu dibuat jalur khusus agar air bisa langsung mengalir ke sungai dan tidak lagi tertahan di kawasan jalan,” tegasnya.

 

Terkait viralnya banjir di depan Kantor DPRD Berau, Sumadi justru memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif menyuarakan persoalan tersebut.

 

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan kondisi di lapangan, termasuk yang memviralkan kejadian banjir ini. Itu merupakan bentuk kontrol publik kepada pemerintah dan DPRD agar persoalan yang ada segera ditangani,” tuturnya.

 

Ia memastikan DPRD Berau terbuka terhadap kritik dan akan terus mendorong langkah-langkah konkret agar persoalan banjir di kawasan Sei Bedungun dapat segera teratasi.

 

“Kami tidak anti kritik. Justru masukan dari masyarakat menjadi pengingat bagi kami untuk terus mencari solusi dan mempercepat penanganan masalah yang ada,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial )