Perumda Batiwakkal Sampaikan Pengurasan IPA hingga Pertengahan Juni, Air Keruh Berpotensi Muncul di Sejumlah Wilayah

img

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Didampingi Dirut Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman saat meninjau lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) beberapa waktu lalu. (foto: dok-sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Warga Kabupaten Berau yang menjadi pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal diminta untuk tidak khawatir apabila mendapati kondisi air di rumah terlihat keruh dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut merupakan dampak pelaksanaan program pengurasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 3 hingga 15 Juni 2026.

 

Kepala Bidang Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono program pemeliharaan berkala ini menjadi bagian dari upaya Perumda Batiwakkal menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan. Melalui pengurasan instalasi secara rutin, endapan yang menumpuk di dalam sistem pengolahan maupun jaringan distribusi dapat dibersihkan sehingga kualitas layanan tetap terjaga.

 

“Meski demikian, proses tersebut berpotensi menimbulkan efek sementara berupa air yang tampak keruh saat aliran kembali normal. Kondisi itu terjadi karena sedimen atau endapan yang selama ini mengendap di dalam pipa ikut terbawa oleh arus air saat distribusi kembali berjalan,”ungkapnya.

 

Disampaikan Rudi juga, bahwa air keruh yang muncul sesaat setelah pemeliharaan merupakan hal yang lazim terjadi dan tidak selalu menandakan adanya masalah pada kualitas air hasil produksi. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa apabila kondisi air keruh terjadi secara merata di berbagai wilayah layanan, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan teknis pada proses pengolahan air. Namun kemungkinan tersebut dinilai sangat kecil karena seluruh parameter kualitas air baku maupun hasil produksi terus dipantau secara berkala oleh tim laboratorium.

 

“Sebaliknya, apabila air keruh hanya terjadi di wilayah atau jalur tertentu, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh faktor teknis di jaringan distribusi, seperti kebocoran pipa, pekerjaan perbaikan jaringan, hingga perubahan tekanan aliran yang menyebabkan endapan di dalam pipa terangkat dan terbawa ke rumah pelanggan,” terangnya.

 

Sebagai langkah antisipasi, pelanggan di wilayah yang masuk dalam jadwal pemeliharaan diimbau untuk menampung air secukupnya sebelum kegiatan pengurasan dilaksanakan. Langkah sederhana ini dinilai penting untuk mengurangi dampak gangguan layanan selama proses pekerjaan berlangsung.

 

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pengurasan akan diawali pada 3 Juni 2026 di wilayah layanan IPA Talisayan yang mencakup Kampung Talisayan, Dumaring, Capuak dan sekitarnya. Pada hari yang sama, kegiatan serupa juga dilakukan di IPA Gurimbang yang melayani Kampung Gurimbang, Sukan, Tanjung Perangat, Bebanir Bangun, Trans Bangun serta wilayah sekitar.

 

Selanjutnya pada 4 Juni 2026, pengurasan dijadwalkan berlangsung di IPA Teluk Bayur dengan cakupan layanan meliputi Jalan Stasiun, Jalan Sei Kuyang, Jalan Kalimarau, Jalan Abu-Abu, Jalan Kayu Putih, Jalan Kandang Muntik, Jalan Kampung Baru dan kawasan sekitarnya. Secara paralel, pemeliharaan juga dilakukan di IPA Labanan yang melayani Kampung Labanan Makmur, Kampung Labanan Jaya dan wilayah sekitar.

 

Memasuki 6 Juni 2026, kegiatan pemeliharaan berlanjut di IPA Biatan yang melayani wilayah Kecamatan Biatan dan sekitarnya. Pada hari yang sama, pengurasan juga dilakukan di IPA Semurut yang memasok kebutuhan air bersih bagi warga Kampung Semurut, Buyung-Buyung dan kawasan sekitar.

 

Sementara itu pada 8 Juni 2026, giliran IPA Singkuang yang menjalani proses pengurasan. Dampaknya akan dirasakan pelanggan di sepanjang Jalan Singkuang, Jalan Murjani 1, Jalan Murjani 2, Jalan Murjani 3, Jalan Teuku Umar, Jalan Dermaga, Jalan Gunung Panjang serta sejumlah Kawasan lainnya. Bersamaan dengan itu, pemeliharaan juga dilakukan di IPA Merancang yang mencakup Kampung Merancang Ulu, Merancang Ilir,  Batu-Batu dan sekitarnya.


Pada 9 Juni 2026, pekerjaan pemeliharaan difokuskan pada jaringan IPA Tasuk. Kemudian sehari setelahnya, tepatnya 10 Juni 2026, pengurasan dilakukan di IPA Segah yang melayani Kampung Gunung Sari, Tepian Buah, Harapan Jaya dan wilayah sekitar.

 

Rangkaian pemeliharaan berlanjut pada 11 Juni 2026 melalui pengurasan IPA Sambaliung yang melayani Kelurahan Sambaliung, Limunjan, Trans Sambaliung dan kawasan sekitarnya. Adapun kegiatan pemeliharaan triwulan ini akan ditutup pada 15 Juni 2026 melalui pengurasan IPA Tembudan dan IPA Suaran yang dilakukan secara bersamaan.

 

Perumda Batiwakkal menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Berau. Karena itu, pelanggan diharapkan dapat memahami potensi gangguan sementara yang mungkin terjadi selama proses pemeliharaan berlangsung.

 

Apabila setelah pengurasan selesai kondisi air masih keruh dalam waktu yang cukup lama, pelanggan diminta segera melaporkan kepada Perumda Batiwakkal dengan menyertakan alamat lengkap dan dokumentasi kondisi air agar petugas dapat melakukan penanganan dan pengecekan lebih lanjut.

Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, Perumda Batiwakkal berharap kualitas air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan tetap terjaga, baik dari sisi kebersihan, keamanan maupun kontinuitas pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Berau. (sep/FN)