SMA Muhammadiyah Tenggarong Gandeng PWI Kukar Tingkatkan Pemahaman Jurnalistik Siswa

img

Pelatihan Jurnalistik yang di gelar SMA Muhammadiyah Tenggarong.

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: SMA Muhammadiyah Tenggarong menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meningkatkan pemahaman jurnalistik siswa melalui pelatihan dan praktik jurnalistik yang digelar di sekolah tersebut, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diikuti 25 siswa kelas X dan XI itu menjadi bagian dari pembekalan bagi pelajar agar lebih siap menghadapi perkembangan informasi di era digital.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh selama pelatihan.

Siswa diminta membuat karya jurnalistik sebagai bentuk penerapan materi yang telah disampaikan.

Karya jurnalistik terbaik nantinya akan diterbitkan di media online sehingga peserta dapat merasakan secara langsung bagaimana sebuah karya jurnalistik dipublikasikan dan dibaca masyarakat luas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah Tenggarong, Ummu Latifah, menyampaikan apresiasi kepada PWI Kukar yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada para siswa.

Menurutnya, kehadiran insan pers di lingkungan sekolah menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk mengenal dunia jurnalistik secara langsung.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada pemateri serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Ummu Latifah, pelatihan tersebut tidak hanya memperkenalkan profesi wartawan kepada siswa, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab.

Kemampuan tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini.

“Ilmu jurnalistik sangat penting karena setiap informasi dan kebaikan yang ada harus disampaikan dengan cara yang benar. Jika tidak disampaikan dengan baik, maka informasi tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” kata dia.

Ia menuturkan bahwa kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki generasi muda. Selain dituntut berprestasi dalam bidang akademik, pelajar juga perlu memahami bagaimana memanfaatkan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

“Generasi emas tidak hanya dituntut berprestasi dalam pembelajaran, tetapi juga harus mampu berinovasi dan memahami penggunaan media sosial secara bijak, termasuk membedakan informasi yang baik dan yang tidak baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ummu Latifah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut melalui pelatihan lanjutan yang lebih spesifik dan mendalam.

Menurutnya, materi yang diberikan saat ini masih berupa pengenalan dasar sehingga siswa masih membutuhkan pendampingan untuk memahami dunia jurnalistik secara lebih komprehensif.

“Kami berharap ke depan dapat kembali dilaksanakan pelatihan lanjutan yang lebih spesifik dan mendalam. Materi yang disampaikan hari ini masih bersifat umum atau pengenalan dasar,” ucapnya.

Harapan tersebut mendapat sambutan positif dari PWI Kukar yang menjadi mitra dalam kegiatan pelatihan.

Ketua PWI Kutai Kartanegara, Andi Wibowo, mengapresiasi langkah SMA Muhammadiyah Tenggarong yang memberikan ruang bagi para siswa untuk mempelajari dunia jurnalistik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana positif untuk menambah wawasan sekaligus meningkatkan literasi informasi di kalangan generasi muda.

“Harapan kami, melalui pembekalan ini para siswa memperoleh tambahan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang berkaitan dengan dunia jurnalistik,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Andi memberikan materi mengenai teknik peliputan, proses kerja jurnalistik, serta pentingnya melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.

Hal tersebut dinilai penting agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain,” tegasnya.

Ia juga melihat antusiasme tinggi dari para peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, minat tersebut menjadi modal penting untuk menumbuhkan budaya literasi dan keterampilan jurnalistik di kalangan pelajar.

“Dari pengamatan kami selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat cukup antusias mengikuti materi yang diberikan. Mereka aktif menyimak dan menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai pembahasan yang disampaikan selama pelatihan,” ujarnya.

Andi menuturkan bahwa PWI Kukar siap menindaklanjuti harapan pihak sekolah apabila ke depan kembali digelar kegiatan serupa.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan insan pers dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencetak generasi muda yang cakap bermedia dan mampu menyikapi informasi secara kritis.

“Tadi juga disampaikan oleh pihak sekolah bahwa mereka berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini. Kami menyambut baik harapan tersebut dan siap menindaklanjuti berbagai program yang dapat mendukung peningkatan kemampuan jurnalistik para siswa di SMA Muhammadiyah,” pungkasnya. (kriz)