Listrik Mulai Menjangkau Pelosok Berau, Pemkab Kawal Percepatan hingga Pastikan Tarif Tetap

img

Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke kantor PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Redeb,Selasa(23/6/2026).

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Upaya menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke wilayah Kampung terus dipercepat di Kabupaten Berau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan jaringan listrik bersama PT PLN (Persero) UP3 Tanjung Redeb agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke kantor PT PLN (Persero) UP3  Tanjung Redeb, Selasa(23/6/2026).


Pertemuan itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dalam mempercepat pelayanan kelistrikan di wilayah Bumi Batiwakkal.

 

Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan dasar yang semakin meningkat, pembangunan jaringan listrik dinilai bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya membuka akses ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung-kampung.

 

Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah perkembangan program listrik desa di wilayah Kecamatan Kelay. Saat ini terdapat empat kampung yang menjadi prioritas pengembangan jaringan, yakni Kampung Lesan Dayak, Muara Lesan, Panaan, dan Mapulu.

 

Dari sejumlah wilayah tersebut, Kampung Lesan Dayak menjadi salah satu contoh perkembangan yang mulai dirasakan masyarakat. Jaringan listrik yang dibangun telah tersambung dan mulai memberikan manfaat bagi aktivitas warga sehari-hari.

 

Gamalis menyampaikan rasa syukur atas progres pembangunan yang mulai terlihat di sejumlah kampung.

 

“Kita sangat bersyukur dengan adanya pembangunan listrik yang mulai masuk ke desa-desa, seperti di Kelay yang disampaikan pihak PLN. Di Lesan Dayak sekarang bahkan sudah hidup dan semua jaringan sudah tersambung, tinggal pengembangannya saja,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kehadiran listrik menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah. Tidak hanya untuk penerangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat, mendukung aktivitas usaha kecil, memperkuat layanan pendidikan, serta meningkatkan akses informasi di wilayah kampung.

 

Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa pembangunan jaringan di lapangan tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Beberapa kendala yang kerap muncul berkaitan dengan kebutuhan lahan, jalur pembangunan tiang, hingga keberadaan tanaman milik masyarakat yang berpotensi terdampak.

 

Untuk itu, Pemkab Berau menyatakan siap turun langsung mendampingi proses penyelesaian apabila ditemukan hambatan di lapangan.

 

Gamalis menegaskan, pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan komunikasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan sosial.

 

“Kita berharap ke depan hal-hal seperti ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga pembangunan dapat berjalan lancar,” jelasnya.

 

Tidak hanya fokus pada perluasan jaringan baru, Pemkab juga mendorong optimalisasi aset kelistrikan yang sudah tersedia. Salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan kembali mesin pembangkit yang sudah tidak digunakan untuk dialihkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan dukungan pasokan listrik.

 

Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat pemerataan pelayanan tanpa harus seluruhnya bergantung pada pembangunan infrastruktur baru.

 

Selain itu, perhatian pemerintah juga diarahkan pada aspek pelayanan kepada pelanggan. Dalam pertemuan bersama manajemen PLN, Gamalis menekankan pentingnya transparansi informasi terkait penggunaan daya listrik dan struktur tarif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

 

Dari hasil koordinasi tersebut, Pemkab Berau memastikan tarif dasar listrik selama periode Januari hingga Juni 2026 tidak mengalami perubahan.

 

Karena itu, apabila masyarakat merasakan peningkatan nilai tagihan listrik, penyebabnya diperkirakan berasal dari perubahan pola konsumsi listrik rumah tangga, bukan karena adanya kenaikan tarif.

 

 “Tadi saya diperlihatkan datanya, dari bulan Januari sampai Juni ini tarif listrik tidak ada perubahan. Jadi, jika masyarakat merasakan adanya kenaikan tagihan, hal itu kemungkinan besar dipicu oleh peningkatan konsumsi daya pribadi, bukan karena kenaikan tarif,” tegas Gamalis.

 

Dengan percepatan pembangunan jaringan dan dukungan pemerintah daerah, diharapkan akses listrik di wilayah kampung Berau dapat semakin merata. Kehadiran listrik tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi juga menjadi pintu pembuka bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah. (Sep/FN/Advertorial)