Anggota DPRD Ingatkan Generasi Muda Jangan Terjebak Menunggu Pekerjaan Impian Hingga Kesempatan yang Ada Justru Terlewatkan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, persoalan pencarian kerja masih menjadi tantangan utama bagi banyak daerah di Indonesia. Namun, kondisi yang berbeda disebut masih terlihat di Kabupaten Berau, di mana sejumlah sektor usaha seperti pertambangan, perkebunan, hingga industri jasa masih terus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Meski demikian,
peluang tersebut tidak selalu dimanfaatkan secara optimal. Salah satu
penyebabnya adalah masih adanya pencari kerja yang terlalu selektif dalam
menentukan pekerjaan, sehingga kesempatan yang tersedia justru terlewatkan.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki dunia kerja. Ia mengingatkan bahwa dalam situasi ekonomi saat ini, sikap terlalu lama menunggu pekerjaan ideal dapat menjadi hambatan tersendiri.
Menurutnya, langkah awal dalam dunia
kerja tidak selalu harus dimulai dari posisi yang sempurna atau sesuai dengan
harapan jangka panjang. Justru, kesempatan yang ada saat ini dapat menjadi
pintu masuk untuk membangun pengalaman dan meningkatkan kapasitas diri.
“Jangan sampai karena
terlalu memilih pekerjaan, akhirnya kesempatan yang ada justru terlewatkan.
Selama ada peluang dan pekerjaan yang tersedia, manfaatkan dengan baik,” ujar
Thamrin.
Ia menjelaskan,
Kabupaten Berau saat ini masih memiliki kondisi ketenagakerjaan yang relatif
lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Hal ini tidak
terlepas dari masih aktifnya investasi dan kegiatan usaha di berbagai sektor
yang secara langsung maupun tidak langsung membutuhkan tenaga kerja.
Keberadaan perusahaan
di sektor pertambangan dan perkebunan, serta berbagai bidang usaha lainnya,
disebut masih menjadi salah satu penopang utama tersedianya lapangan pekerjaan
di daerah tersebut. Namun demikian, Thamrin menekankan bahwa ketersediaan lapangan
pekerjaan tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diiringi dengan
kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia menilai, dalam
banyak kasus, kesempatan kerja sering kali tidak dimanfaatkan bukan karena
tidak adanya peluang, melainkan karena ekspektasi yang terlalu tinggi di awal
perjalanan karier. “Bekerja terlebih dahulu itu lebih baik dibanding menunggu
pekerjaan yang dianggap ideal yang belum tentu tersedia,” katanya.
Lebih lanjut, ia
menekankan bahwa bekerja bukan semata-mata soal penghasilan, tetapi juga bagian
dari proses pembelajaran jangka panjang. Pengalaman kerja, menurutnya, memiliki
nilai penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemampuan teknis, hingga
jejaring profesional yang akan sangat berguna di masa depan.
Thamrin juga
mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini menuntut fleksibilitas dan kemampuan
beradaptasi yang tinggi. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya
terpaku pada satu jenis pekerjaan tertentu, melainkan mampu melihat berbagai
peluang yang tersedia di berbagai sektor.
Ia berharap masyarakat, khususnya para lulusan sekolah maupun perguruan tinggi, dapat memanfaatkan setiap peluang kerja yang ada di Kabupaten Berau sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, apabila peluang yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu pencari kerja, tetapi juga akan berkontribusi pada penurunan angka pengangguran serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum.
“Berau masih memiliki
banyak perusahaan yang membuka kesempatan kerja. Ini harus disyukuri dan
dimanfaatkan sebaik mungkin,” tutupnya. Di tengah perubahan pola pikir dunia
kerja yang terus berkembang, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa terkadang
langkah pertama yang paling penting bukanlah pekerjaan yang sempurna, melainkan
keberanian untuk memulai dari kesempatan yang ada. (sep/FN/Advertorial)