Teman Hebat Records Rilis 15 Lagu Penyanyi Berkebutuhan Khusus, Dunia Musik Jadi Ruang Inklusif untuk Berkarya
Teman Hebat Records rilis 15 lagu penyanyi berkebutuhan khusus, dunia musik jadi ruang inklusif untuk berkarya. (Dok. Istimewa)
POSKOTAKALTIMNEWS, JAKARTA: Teman Hebat Records kembali menghadirkan langkah besar bagi dunia musik Indonesia dengan merilis 15 lagu terbaru yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus. Seluruh karya tersebut resmi tersedia di berbagai platform musik digital mulai Jumat, 26 Juni 2026, sekaligus menjadi tonggak lahirnya penyanyi-penyanyi muda yang memiliki karya orisinal dan identitas musikal masing-masing.
Peluncuran tersebut
menjadi bagian dari misi besar Teman Hebat Records sebagai rumah kreatif bagi
anak dan remaja berkebutuhan khusus, meliputi Down Syndrome, Autism, ADHD,
Dyslexia, Slow Learner, hingga penyandang disabilitas. Bersama Senada Studio's,
Teman Hebat Records membuktikan bahwa dunia musik mampu menjadi ruang yang
inklusif bagi siapa saja yang ingin berkarya.
Founder Teman Hebat
Records, Rulli Aryanto kepada awak media pada Sabtu (27/6/2026) mengatakan
antusiasme masyarakat saat proses open talent semakin menguatkan alasan
berdirinya label musik tersebut. Menurutnya, banyak talenta luar biasa yang
selama bertahun-tahun belum memperoleh ruang untuk berkembang.
"Semakin memperjelas
arah dan tujuan didirikannya Teman Hebat Records sebagai rumah bagi anak-anak
dan remaja berkebutuhan khusus yang ingin berkarya dan punya lagu sendiri.
Waktu kami membuka talent, ternyata animonya sangat besar. Artinya masih banyak
potensi yang bisa digali, terutama dalam bidang menyanyi," ujar Rulli
Aryanto.
Sebanyak 15 lagu yang
diluncurkan masing-masing dibawakan oleh Kinanthi Ulfidiyanaa melalui Wujudkan
Impian, Evi Lugvianty Craib (Tak Harus Sama), Junior Noya (Kuat Dengan Cara
Kita), Shafaminata (Aku Tak Sendiri), Vanessa Adelynn (Kisah Kita), Azka
Farzana (Indah Dibalik Semua), Velovelyn Gwen (Semoga), Aisha Natasya (Aku
Hebat Aku Bisa), Kenzie Rachel Andrea (Genggam Harapan), Ben Hite (Jangan
Ragukan Dirimu), Azalea Dzahin (Pasti Bisa), Alika Ashadewi (Lebih Dari
Segalanya), Vanesa Audrey (Hebat & Juara), Jihan Nicklany (Kita Semua
Teman), serta Vanita Hiadah Rizky Aryo Putri melalui Caraku Sendiri.
Seluruh karya
dipersembahkan oleh Teman Hebat Records bersama PasarLagu. Produksi musik
dikerjakan oleh Rulli Aryanto, Tixxy (Tety Widiastuti), Senada Studio's,
Kenneth Trevi, Denny Boy, Ivan Daniel, Andrea, serta didukung NPSCorp, Utut
Utama Agung, BikinKlip, dan Kunamkane sebagai bagian dari gerakan yang
menghadirkan ruang berkarya bagi setiap anak Indonesia tanpa memandang
keterbatasan.
Proses produksi
berlangsung dengan pendekatan yang berbeda dari rekaman musik pada umumnya. Tim
produksi menyesuaikan setiap materi lagu dengan kemampuan masing-masing
penyanyi agar mereka mampu menyampaikan pesan lagu secara maksimal tanpa
kehilangan karakter.
Rulli menjelaskan
penulisan lirik menjadi salah satu perhatian utama selama proses kreatif
berlangsung. "Lirik tidak bisa terlalu rapat tanpa mengurangi pesan yang
ingin disampaikan. Beruntung tim produksi sudah beberapa kali menangani
produksi bersama anak Down Syndrome maupun anak berkebutuhan khusus
lainnya," ungkapnya.
Bagi Teman Hebat Records,
keberhasilan proyek tersebut tidak semata diukur dari kualitas rekaman atau
jumlah pendengar. Lebih dari itu, keberhasilan lahir ketika semakin banyak anak
berkebutuhan khusus berani bermimpi menjadi penyanyi dan terus berkarya secara
konsisten.
"Kami berharap mereka
tidak berhenti pada satu lagu saja. Mereka perlu terus belajar dan berproses
agar memiliki identitas sebagai penyanyi. Identitas tersebut akan menjadi bekal
penting bagi masa depan mereka," kata Rulli.
Teman Hebat Records
bersama Senada Studio's juga membawa visi yang jauh lebih luas daripada sekadar
memproduksi musik. Seluruh program dirancang agar setiap anak memperoleh
kesempatan belajar, berkarya, hingga menjadikan bakat sebagai profesi yang
dikelola secara profesional.
Rulli mengaku banyak momen
emosional selama proses rekaman berlangsung. Salah satu pengalaman paling
membekas hadir saat melihat perjuangan setiap anak memberikan kemampuan terbaik
sesuai versi mereka masing-masing.
"Mereka mengajarkan
bahwa menjadi bagus merupakan proses. Seseorang harus terus bergerak, tidak
berhenti, tidak menyerah, dan terus belajar," tutur Rulli.
Pelajaran lain yang paling
membekas baginya adalah bagaimana setiap anak mampu mensyukuri setiap langkah
kehidupan meski menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semangat tersebut
menjadi pengingat bahwa perjuangan sering kali melahirkan rasa syukur yang
lebih besar.
"Saya melihat
pelajaran hidup yang luar biasa. Manusia yang diciptakan istimewa dengan
tantangan yang istimewa akan lebih menghargai banyak hal yang Tuhan berikan
dalam hidup," tambahnya.
Founder Teman Hebat
Records, Yuly Twins, memandang perjalanan seluruh penyanyi jauh lebih bernilai
dibanding hasil akhir rekaman. Sebagai ibu yang juga memiliki anak berkebutuhan
khusus, ia memahami bahwa perjuangan sesungguhnya telah berlangsung jauh
sebelum mereka memasuki studio.
"Bagi aku, proses
mereka jauh lebih berharga. Mereka bukan hanya belajar menyanyikan lagu, tetapi
sedang belajar percaya pada kemampuan mereka sendiri selangkah demi
selangkah," ujar Yuly Twins.
Menurut Yuly Twins, setiap
anak melewati tantangan yang berbeda. Sebagian masih belajar membaca, sebagian
lain menghafal lirik melalui pendengaran, bahkan ada yang dibantu orang tua
dengan gerakan visual agar lebih mudah memahami setiap bait lagu.
Pendampingan keluarga
menjadi fondasi utama dalam membangun rasa percaya diri anak. Selama bertemu
dengan 15 keluarga penyanyi, Yuly Twins melihat satu kesamaan yang sangat kuat,
yakni keyakinan orang tua selalu menjadi sumber keberanian anak.
"Kepercayaan diri anak
tumbuh dari keyakinan orang tuanya terlebih dahulu. Orang tua yang terus
percaya akan memberi kesempatan lebih besar bagi anak untuk percaya kepada
dirinya sendiri," jelasnya.
Momen paling berkesan
baginya hadir ketika para penyanyi pertama kali mengenakan headset dan
mendengar suara mereka melalui perangkat rekaman profesional. Ekspresi bahagia,
bangga, dan takjub menjadi pemandangan yang sulit dilupakan.
"Mereka tersenyum lebar,
sangat bangga, bahkan tidak menyangka suara mereka akan didengar banyak orang.
Bagi orang lain mungkin sederhana, tetapi bagi aku menjadi kebahagiaan yang
sangat besar," kenangnya.
Selama proses latihan, tim
Teman Hebat Records lebih mengutamakan rasa nyaman dibanding mengejar hasil
secara instan. Pendekatan personal dilakukan kepada setiap anak sesuai karakter
masing-masing sehingga mereka merasa diterima sebelum mulai bernyanyi.
"Kami memberikan
ruang untuk mengenal studio, mengenal tim, bermain, bercanda, dan mengikuti
ritme mereka. Setelah merasa aman dan diterima, mereka jauh lebih mudah
menunjukkan kemampuan terbaik," kata Yuly Twins.
Yuly Twins juga mengajak
seluruh orang tua agar tidak pernah berhenti memberi kesempatan kepada anak
untuk mencoba. Konsistensi latihan, pengulangan, serta dukungan tanpa
menghakimi diyakini mampu membuka potensi yang selama ini belum terlihat.
"Kemampuan anak tidak
muncul hanya dalam satu atau dua kali percobaan. Ketika anak terus diberi ruang
dan kesempatan, mereka bisa berkembang jauh melampaui yang kita
bayangkan," ujarnya.
Bagi Teman Hebat Records,
bernyanyi hanyalah media untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar. Seluruh
perjalanan tersebut diarahkan agar setiap anak memiliki keberanian, pengalaman
berhasil, rasa diterima, dan keyakinan bahwa mereka mampu meraih kesempatan
yang sama seperti siapa pun.
"Lagu hanya menjadi
kendaraan. Tujuan terbesar kami adalah membangun keberanian, kepercayaan diri,
pengalaman berhasil, rasa diterima, dihargai, dipercaya, dan keyakinan bahwa
mereka mampu meraih kesempatan yang sama," tutup Yuly Twins.
Lima belas lagu dari 15
penyanyi berkebutuhan khusus yang dirilis Teman Hebat Records tersebut bisa
didengarkan melalui tautan playlist YouTube berikut ini: https://youtube.com/playlist?list=PLJUTfoaqTYqNnHUAkPv7EhawYFuIXYxos&si=qQ6-y5RMQztraDmN. (Dilaporkan
oleh Muhammad Fadhli)