Turnamen Catur Kapolres Kukar Cup 2026 Buka Kesempatan Pecatur Non-Master Tampil

img

Turnamen Catur Kapolres Cup 2026 dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-80. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kesempatan untuk duduk berhadapan di depan papan catur dalam sebuah turnamen resmi akhirnya dirasakan para pecatur non-master di Kutai Kartanegara (Kukar).

Melalui Turnamen Catur Kapolres Kukar Cup 2026 yang digelar di Aula Catur Prasetya Polres Kukar, Sabtu (27/6/2026), Polres Kukar menghadirkan kompetisi yang dikhususkan bagi masyarakat umum dan pecatur junior, sehingga mereka memiliki ruang untuk menguji kemampuan sekaligus merasakan atmosfer pertandingan yang kompetitif.

Turnamen dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tersebut merupakan kali pertama diselenggarakan Polres Kukar.

Sebanyak 100 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang terbagi menjadi dua kategori, yakni kategori umum bagi pecatur non-master maupun non-atlet, serta kategori anak-anak tingkat TK hingga SD.


Kasat  Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polres Kukar, AKP Benedict Jaya, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pendaftaran dibuka.

Dalam sehari, jumlah pendaftar bahkan telah mencapai lebih dari 50 orang.

"Kalau melihat pendaftaran, kami rasa masyarakat Kukar sangat antusias dengan adanya perlombaan catur ini. Kami pun sebagai panitia penyelenggara sangat senang melihat kegiatan pada pagi sampai siang hari ini, terutama antusias dari para peserta," ujarnya.

Menurut Benedict, turnamen tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui olahraga.

"Harapan kami, seperti yang disampaikan Bapak Kapolres dan Ibu Ketua Bhayangkari, kegiatan ini merupakan salah satu ajang silaturahmi antara kepolisian, khususnya Polres Kukar, dengan masyarakat Kukar," kata dia.

Ia berharap Turnamen Catur Kapolres Kukar Cup tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, melainkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kukar.

"Insyaallah, kami juga berharap dengan komunikasi bersama Percasi yang sangat-sangat mendukung perlombaan catur ini, kalau bisa tahun depan Kapolres Cup yang kedua dapat dilaksanakan, bahkan mungkin dengan peserta yang lebih banyak lagi," tuturnya.

Kolaborasi antara Polres Kukar dan Percasi Kukar menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan turnamen tersebut.

Selain membantu teknis pertandingan, Percasi juga mengoordinasikan peserta dari berbagai kecamatan agar kompetisi dapat berlangsung dengan sistem yang terstruktur.

Koordinator Lomba, Apin Darmawan, menjelaskan pertandingan menggunakan sistem Swiss sebanyak tujuh babak dengan kontrol waktu 10 menit ditambah dua detik setiap langkah.

"Pesertanya kebanyakan dari seluruh Kukar. Ada dari Jembayan, Loa Kulu, Loa Duri, Jonggon, Sebulu, Tenggarong Seberang, ada semua di sini. Mereka kebanyakan merupakan perwakilan dari kecamatan," jelasnya.

Menurut Apin, tingginya animo masyarakat membuat panitia harus membatasi jumlah peserta sebanyak 100 orang karena menyesuaikan kapasitas Aula Catur Prasetya.

Padahal, kata dia, jumlah peserta diperkirakan bisa jauh lebih banyak apabila kuota ditambah.

"Berapa pun kami buka, kalau catur di Kukar ini antusias masyarakatnya luar biasa," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa turnamen sengaja tidak membuka kategori master maupun peserta yang telah berpengalaman mengikuti kejuaraan tingkat daerah.

Langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan agar masyarakat umum memiliki kesempatan lebih besar untuk bertanding sekaligus menjadi bagian dari upaya menemukan bibit-bibit atlet catur di Kukar.

"Kalau kami mengadakan kategori master atau yang sudah bergelar, atau yang pernah ikut kejurda, saya yakin peserta-peserta ini tidak akan punya kesempatan. Jadi memang kami memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk ikut bertanding," tuturnya.

Apin berharap penyelenggaraan Turnamen Catur Kapolres Kukar Cup dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan atlet catur di daerah, terutama bagi kalangan junior yang memiliki potensi untuk berkembang.

"Harapan kami, Polres bisa mengadakan kegiatan ini secara berkelanjutan. Apabila nanti ada bibit-bibit yang bagus, terutama junior, mereka bisa dibina sehingga nantinya dapat berpartisipasi sebagai atlet yang membawa nama Kukar," pungkasnya. (kriz)