DPRD Berau Dukungan Penuh Agar Geopark Sangkulirang–Mangkalihat Meraih Status Nasional

img

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Harapan Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur untuk melihat kawasan  Geopark Sangkulirang–Mangkalihat menyandang status Geopark Nasional memasuki fase yang sangat menentukan. Di tengah pelaksanaan visitasi Tim Geopark Nasional yang berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026, dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir sebagai bentuk komitmen bersama mengawal salah satu kawasan yang dikenal memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang bernilai tinggi.

 

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. Menurutnya, proses penilaian yang tengah berlangsung bukan sekadar agenda administratif untuk memperoleh pengakuan nasional, melainkan menjadi momentum penting bagi daerah dalam memperkuat upaya pelestarian kawasan sekaligus mendorong pembangunan berbasis konservasi yang berkelanjutan.

 

Ia menegaskan, DPRD Berau memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan yang dijalankan dalam proses penetapan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.

 

"Kami dari DPRD Berau secara khusus memberikan dukungan penuh terhadap proses penetapan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat. Ini bukan hanya soal status, tetapi juga upaya menjaga dan memanfaatkan potensi daerah secara berkelanjutan," ujar Sumadi, baru-baru ini dikantor Dewan.

 

Menurutnya, pengakuan sebagai Geopark Nasional akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu aset penting Kalimantan Timur yang memiliki nilai ilmiah, ekologis, budaya, dan ekonomi.

 

Sumadi mengatakan, visitasi Tim Geopark Nasional merupakan tahapan krusial yang akan menjadi dasar dalam menilai kesiapan kawasan untuk memperoleh pengakuan resmi sebagai Geopark Nasional.

 

Dalam proses tersebut, berbagai aspek akan menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan kawasan, komitmen pelestarian lingkungan, keterlibatan masyarakat, hingga pemanfaatan potensi geologi, hayati, dan budaya secara berkelanjutan. Karena itu, ia menilai seluruh pihak harus menunjukkan komitmen dan kerja sama yang solid agar proses penilaian berjalan sesuai harapan.

 

Menurutnya, keberhasilan meraih status Geopark Nasional bukan hanya menjadi prestasi pemerintah daerah, melainkan juga kebanggaan masyarakat Berau dan Kutai Timur yang selama ini hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.

 

"Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses penilaian ini," katanya.

 

Sumadi menegaskan, status Geopark Nasional tidak boleh dipandang hanya sebagai simbol atau label semata. Menurutnya, pengakuan tersebut justru harus menjadi pintu masuk bagi pengembangan daerah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia menjelaskan, Geopark Sangkulirang–Mangkalihat memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan edukasi. Selain menyimpan bentang alam yang unik, kawasan tersebut juga memiliki kekayaan flora dan fauna, situs geologi bernilai ilmiah, serta warisan budaya masyarakat yang menjadi identitas kawasan.

 

"Kita berharap dengan status Geopark Nasional, kawasan ini semakin dikenal luas, mampu menarik lebih banyak wisatawan, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, namun tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan," ujarnya.

 

Lebih lanjut, Sumadi menilai keberhasilan memperoleh status Geopark Nasional akan membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan berbagai sektor. Selain meningkatkan daya tarik wisata, keberadaan geopark juga diyakini mampu mendorong kegiatan penelitian, pendidikan, konservasi, hingga pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat setempat. (sep/FN/Advertorial)